STRATEGINEWS.Id, Jakarta – Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka menanggapi pernyataan dari cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) terkait indeks Incremental Capital Output Ratio (ICOR).
“Mungkin PR kita ke depan adalah bagaimana kita bisa menurunkan indeks icor kita, kita ingin indeks ICOR kita turun ke 4% hingga 5% sehingga investasi akan naik dan menumbuhkan trust dari calon investor,” ujar Gibran dalam debat kedua capres-cawapres 2024.
Menanggapi pernyataan Gibran, ekonom senior Anthony Budiawan menilai pernyataan ini sangat keliru dan merupakan kesalahan fatal.

“ Karena, pertama, ICOR adalah angka rasio: bukan persentase. Kedua, Investasi (= Incremental Capital) menentukan tambahan output produksi (ekonomi): Incremental Output. Ketiga, rasio keduanya, Investasi (Incremental Capital) dan penambahan output (Incremental Output), dinamakan ICOR (incremental Capital-Output Ratio),” ungkapnya.
Anthony mengatakan, ICOR = Investasi (Incremental Capital) / Incremental Output). Artinya, indeks ICOR bukan penentu investasi. Melainkan, Investasi dan Output menentukan ICOR.
“Karena itu, pernyataan “ICOR turun maka investasi akan naik” namanya “asal bunyi”, alias zonk,” jelasnya.
[nug/red]










