Foto: Ilustrasi jalan mundur untuk kesehatan.
STRATEGINEWS.id, Medan — Berjalan kaki selama ini dikenal sebagai aktivitas fisik sederhana yang menyehatkan. Namun, riset terbaru menunjukkan, berjalan kaki mundur atau backward walking juga memiliki manfaat kesehatan yang tidak kalah besar. Metode latihan ini bahkan dinilai memberikan dampak unik bagi kesehatan sendi lutut sekaligus meningkatkan fungsi otak.
Penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Sports Medicine mengungkapkan, berjalan mundur dapat mengurangi tekanan berlebih pada sendi lutut. Gerakan ini melibatkan pola kerja otot yang berbeda dibanding berjalan maju sehingga membantu mendistribusikan beban secara lebih seimbang pada persendian bagian bawah tubuh.
Berjalan mundur diketahui mampu memperkuat otot paha depan (quadriceps) yang berperan penting dalam menopang lutut. Menurut para peneliti, penguatan otot ini dapat membantu menurunkan risiko cedera lutut serta meredakan nyeri, khususnya pada penderita osteoarthritis ringan hingga sedang.
Selain manfaat fisik, aktivitas berjalan mundur juga berdampak positif bagi kesehatan otak. Harvard Health Publishing menyebutkan, gerakan yang tidak biasa seperti berjalan mundur menuntut konsentrasi, koordinasi, dan kesadaran spasial yang lebih tinggi. Hal ini merangsang kerja otak dan membantu meningkatkan ketajaman kognitif.
Dari sisi keseimbangan tubuh, latihan berjalan mundur dinilai efektif dalam melatih sistem saraf dan refleks. National Institutes of Health (NIH) mencatat, aktivitas ini dapat meningkatkan kontrol postur tubuh sehingga berpotensi menurunkan risiko jatuh, terutama pada kelompok usia lanjut.
Berjalan mundur juga memberikan manfaat kardiovaskular. Beberapa studi menyebutkan, aktivitas ini dapat meningkatkan denyut jantung dan pembakaran kalori lebih besar dibanding berjalan biasa dengan durasi sama. Dengan demikian, backward walking dapat menjadi alternatif olahraga ringan yang efisien.
Meski memiliki banyak manfaat, para ahli menyarankan agar berjalan mundur dilakukan dengan memperhatikan faktor keamanan. Pilih area yang datar dan bebas hambatan, serta lakukan secara perlahan untuk menghindari risiko terjatuh atau cidera, terutama bagi pemula.
Sebagai latihan tambahan, berjalan mundur dapat dikombinasikan dengan aktivitas fisik lainnya seperti jalan santai, peregangan, atau latihan keseimbangan. Konsistensi dan teknik yang benar menjadi kunci agar manfaat kesehatan dari latihan ini dapat dirasakan secara optimal, seperti dikutip dari rri.co.id, Jumat (30/1/2026) malam.
(KTS/rel)












