Strateginews.id, Wajo Sulsel, 24 Januari 2026 –- Ikatan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) Sulawesi Selatan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VI yang dipusatkan di Kabupaten Wajo, berlangsung selama dua hari, 24–25 Januari 2026.
Musda VI IPPK Sulsel diikuti oleh perwakilan dari 10 kabupaten/kota, yakni Kabupaten Wajo, Kabupaten Soppeng, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Maros, Kabupaten Barru, Kabupaten Bulukumba, Kota Parepare, Kabupaten Gowa, Kota Makassar, dan Kota Palopo.
Kegiatan ini menjadi forum tertinggi organisasi di tingkat provinsi untuk melakukan evaluasi program kerja, konsolidasi organisasi, serta merumuskan arah kebijakan IPPK Sulawesi Selatan ke depan. Musda VI juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat peran purnakaryawan pendidikan dan kebudayaan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia.
Agenda Kegiatan Musda VI IPPK Sulsel
Selama pelaksanaan Musda VI, peserta mengikuti sejumlah agenda kegiatan, antara lain:
Sidang I Musda, yang membahas dan menetapkan Tata Tertib Musyawarah Daerah VI IPPK Sulsel serta pembagian komisi kegiatan keagamaan, berupa pembacaan Shalawat Badar dan Sholat Subuh berjamaah di Masjid Umulqura Kabupaten Wajo.
Kegiatan senam bersama sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran dan kebersamaan peserta
Sidang II Musda, meliputi:
Diskusi dan perumusan Program Kerja IPPK Sulawesi Selatan Tahun 2026–2031,
Pemilihan Ketua Pengurus Daerah (PD) IPPK Sulawesi Selatan Periode 2026–2031, Penetapan Anggota Formatur PD IPPK Sulsel Periode 2026–2031,
Sambutan Ketua IPPK Provinsi Sulawesi Selatan.
Ketua IPPK Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Hj. Andi Hasni, M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada IPPK Kabupaten Wajo atas kesiapan dan komitmennya sebagai tuan rumah Musda VI IPPK Sulsel.
“Musyawarah Daerah ini merupakan forum strategis untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, dan peneguhan kembali peran IPPK sebagai wadah purnakaryawan yang tetap aktif, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Prof. Hj. Andi Hasni.
Ia menegaskan bahwa purnakaryawan pendidikan dan kebudayaan memiliki pengalaman dan keteladanan yang sangat berharga untuk terus berkontribusi dalam pembangunan pendidikan di Sulawesi Selatan. “Purnakaryawan bukan berarti berhenti mengabdi. IPPK diharapkan menjadi sumber inspirasi, mitra strategis, dan penyejuk di tengah masyarakat,” tambahnya.
Tanggapan Ketua IPPK Kabupaten Wajo
Ketua IPPK Kabupaten Wajo, Drs. H. Jasman Juanda, M.Si, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Wajo sebagai tuan rumah Musda VI IPPK Sulsel. “Kami merasa terhormat karena Kabupaten Wajo dipercaya menjadi tuan rumah Musda VI IPPK Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini menjadi ajang memperkuat kebersamaan serta komitmen purnakaryawan pendidikan dalam mendukung kemajuan pendidikan dan kebudayaan,” ujarnya.
Menurutnya, meskipun telah purna tugas, para purnakaryawan tetap memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi pemikiran dan pengalaman bagi generasi penerus.
“Semoga Musda VI ini berjalan lancar, menghasilkan keputusan terbaik, serta melahirkan kepengurusan yang solid dan amanah untuk lima tahun ke depan,” tutup H. Jasman Juanda.
Dengan terlaksananya Musda VI IPPK Sulawesi Selatan di Kabupaten Wajo, diharapkan IPPK semakin solid, adaptif, dan berperan aktif dalam mendukung pembangunan pendidikan dan kebudayaan di Sulawesi Selatan.
( Takbir )












