STRATEGINEWS.id, Medan — Pemerhati Pembangunan Infrastruktur Sumatra Utara (Sumut), Erikson Lumban Tobing, menilai, kondisi Lapangan Merdeka Medan yang tampak tidak terawat mencerminkan lemahnya pengawasan pemerintah kota terhadap aset publik. Menurutnya, penanganan Lapangan Merdeka dapat menjadi tolok ukur bagaimana Kota Medan dikelola secara keseluruhan.
Erikson mengungkapkan keprihatinannya saat berolahraga bersama keluarga di Lapangan Merdeka. Dia menyayangkan kondisi fasilitas publik tersebut yang dinilai tidak sebanding dengan besarnya biaya pembangunan yang telah dikeluarkan.
Dia juga berharap Wali Kota Medan, Rico Waas, agar memberikan perhatian serius terhadap perawatan Lapangan Merdeka. Menurutnya, sebagai kepala daerah yang masih muda, Wali Kota memiliki energi dan kesempatan untuk menunjukkan kecintaan terhadap kota Medan.
“Pak Wali, perhatikanlah perawatan Lapangan Merdeka ini. Awak ini anak Medan, cinta Medan. Inilah Lapangan Merdeka kita, Pak. Masa sudah pembangunannya begitu mahalnya gak dirawat, Pak?” kata Erikson dalam sebuah video yang direkamnya saat berolahraga di lapangan tersebut, Sabtu (3/1/2026).
Sebagai warga Medan yang mengaku mencintai kotanya, Erikson menegaskan kritik yang disampaikannya lahir dari rasa memiliki. Dia menyebut Lapangan Merdeka seharusnya menjadi ruang publik yang membanggakan, apalagi dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga dan berkumpul bersama keluarga.
Dia menilai, persoalan utama bukan terletak pada keterbatasan anggaran, melainkan pada lemahnya pengawasan dan kepedulian dari pihak yang memiliki otoritas.
“Pengawasan. Sekali lagi, pengawasan dan kepedulian. Kalau Bapak sebagai wali kota kami tidak mau mengawasi Lapangan Merdeka Medan, ini saja kita jadikan benchmark, kita jadikan standar, Pak, bagaimana Bapak mengurus Kota Medan tercinta ini,” tuturnya.
Menurutnya, Lapangan Merdeka sangat hebat namun menjadi jorok dan tak terawat akibat kurangnya pengawasan. Dia menyoroti kebersihan area, keberadaan rumput liar, dan menurunnya keindahan kawasan tersebut.
“Seperti tidak ada yang memperhatikan atau yang punya otoritas untuk merawatnya. Kesannya kumuh dan kusam padahal baru diresmikan wali kota sebelumnya,” ujarnya.
Erikson mengingatkan, penilaian masyarakat terhadap kepemimpinan Wali Kota Medan saat ini bisa terbentuk dari hal-hal mendasar seperti perawatan Lapangan Merdeka.
“Jangan sampai penilaian kita sebagai anak Medan yang cinta Kota Medan ini kepada wali kota kita saat ini Pak Rico Waas. Cukup hanya dengan menilai penanganan Lapangan Merdeka, kita bisa menilai untuk penanganan Kota Medan secara keseluruhan juga sama dengan penanganan Lapangan Merdeka,” ucapnya.
Diketahui sebelumnya, usai direvitalisasi, Lapangan Merdeka diresmikan pada 19 Februari 2025 oleh Bobby Nasution pada akhir masa jabatannya sebagai wali kota Medan.
Lapangan Merdeka ini diharapkan menjadi tempat bersantai masyarakat di ruang terbuka hijau dan membantu perekonomian, salah satunya pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Medan, seperti dikutip dari mistar.id, Selasa (6/1/2026) malam.
(KTS/rel)












