Strateginews.Id, Donggala – Sudah di penghujung akhir tahun 2025, beberapa kegiatan paket proyek infrastruktur jalan, jembatan, normalisasi Sungai, sarana Kesehatan dan pendidikan di Kabupaten Donggala progress bobot fisiknya terlihat masih di angka 50-60 persen.
Seperti paket proyek peningkatan jalan di dalam kota Donggala di bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Donggala senilai Rp.14,8 milyar yang digarap PT. Konstruksi Mandiri Abadi milik kontraktor berinisial JP sampai hari ini progress fisiknya belum mencapai bobot yang signifikan.
Begitu pula paket kegiatan pekerjaan trotoar dalam kota Donggala yang di kerjakan CV. Bangun Konstruksi senilai Rp.4,8 milyar juga capaian progressnya kira-kira masih sekitar 40 persen. Demikian di katakan seorang masyarakat Donggala yang enggan di sebut namanya menilai kondisi proyek dalam kota itu.
Menurut sumber, ini akibat lemahnya pengawasan dari pihak Dinas PUPR Kabupaten Donggala terutama pejabat di Bidang Bina Marganya. Karena bila di cermati berdasarkan kontrak antara Dinas PUPR (Bina Marga) dan kontraktor pelaksana itu jelas terlihat di buat 5 bulan lalu tepatnya Juli 2025.
Celakanya, selain lemahnya pengawasan, oknum di bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Donggala, juga di duga terlilit kasus korupsi dan saat ini kabarnya sudah di tetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Tipikor di Polda Sulteng. Beber sumber sambil geleng-geleng kepala.
Menurut sumber mengungkapkan, oknum itu sudah lama di tetapkan sebagai tersangka kasus korupsi terkait proyek tahun 2023 silam. “Ini bukan rahasia lagi, dia itu sibuk bolak-balik ke Polda Sulteng karena panggilan penyidik. Saya pernah lihat dia di periksa di ruangan penyidik Subdit Tipikor.”
Anehnya, entah karena alasan apa yang bersangkutan belum di tahan dan masih berkeliaran serta masih menduduki posisi di Dinas PUPR Donggala. Tapi berdasarkan kabar dan desas-desus yang terdengar, di tengarai dan santer di bicarakan ada seorang juragan minyak yang melindunginya. Terang sumber.
Jadi lanjut sumber, jangan heran kalau beberapa kegiatan pekerjaan paket proyek di Dinas PUPR Donggala saat ini kondisinya awut-awutan dan bermasalah itu semua terjadi karena perilaku oknumnya yang korup karena ada dugaan mereka ikut main proyek alias nyambi jadi kontraktor pelaksana.

Begitu pula kegiatan pekerjaan di lingkup Bidang Sumber Daya Air, kondisinya bobot fisiknya juga hampir sama. Pada kegiatan pekerjaan penanganan Sungai Maleni, kegiatan proyek berbandrol Rp.3 milyar lebih itu selain lambat capaian progress fisiknya belum capai target, di duga pula konstruksinya bronjongnya di kerja asal-asalan dan material yang di gunakan sebagian tidak sesuai spesifikasi tehnis. Ungkap sumber.
Selain capaian kemajuan bobot fisik dan kualitas material pekerjaan proyek yang di Kelola oleh Bidang SDA Dinas PUPR Donggala itu buruk, sumber juga menyoroti tidak transparannya pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut. Karena di lokasi kegiatan tidak ada terpampang atau di pasang papan proyek.
“Ini patut di sinyalir ada indikasi kongkalikong antara pengelola dan kontraktor pelaksana mengaburkan pengawasan publik. Mereka sengaja tidak pasang papan proyek, agar masyarakat tidak tahu siapa pelaksananya, berapa anggarannya dan Dinas mana pengelola proyeknya,” Pungkas sumber.
DAD












