Hari Kesaktian Pancasila Momentum Membumikan Kembali Pancasila

Rizal Saputra

Catatan Rizal Saputra *)

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tanggal 1 Oktober 2025, menjadi momentum merefleksikan kembali nilai-nilai Pancasila. Melalui momentum ini, banyak hal yang harus dilakukan untuk menjadikan Indonesia sebaga bangsa yang tangguh di masa kini dan masa yang akan datang.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum bagi kita semua, seluruh anak bangsa untuk merefleksikan kembali nilai-nilai Pancasila. Pancasila akan berperan sebagai tonggak untuk mencapai tujuan pembangunan bangsa dan negara.

Menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila, sangatlah penting, untuk memperkokoh nasionalisme, menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa.

Salah satu langkah strategis untuk meningkatkan nasionalisme adalah menanamkan nilai-nilai Pancasila dengan TSM (terstruktur, sistemik dan massif) secara konkrit. Pancasila sebagai dasar negara dan falsafah hidup bangsa Indonesia harus “dibumikan kembali” kepada seluruh rakyat Indonesia

Seluruh bangsa Indonesia harus menyadari, Pancasila yang digali dari nilai-nilai luhur bangsa, mengandung norma-norma yang menjadi kompas dalam mencapai tujuan berbangsa dan bernegara Indonesia, sebagaimana tercantum dalam UUD 1945.

Dengan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kita menegakkan berdirinya NKRI dan terwujudnya tujuan berbangsa dan bernegara.

Hari Kesaktian Pancasila, diperingati setiap tahun untuk mengenang peristiwa kelam yang pernah terjadi di Indonesia, sekaligus mengingatkan bahwa Indonesia memiliki kekuatan dalam menghadapi setiap tantangan.

Kondisi masyarakat Indonesia yang heterogen, haruslah memiliki visi yang sama sebagai bangsa, yaitu merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Sebagaimana tercantum pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Visi ini dapat tercapai bila negara menjalankan fungsinya yang tetap berpegang teguh pada nilai-nilai yang disepakati bersama.

Nilai-nilai yang ada pada setiap bangsa Indonesia, yang tidak lain adalah Pancasila dengan berbagai instrumennya. Pancasila dapat diajarkan kepada masyarakat secara baik sehingga menjadi perilaku sehari-hari yang membudaya, terutama pada generasi muda.

Oleh karena itu, agar bangsa ini tidak kehilangan arah, Pancasila sebagai filter bagi generasi penerus bangsa harus terus digaungkan ke generasi milenial sebagai penerus bangsa. Pancasila harus “menginjak bumi” agar maknanya lebih mendalam. Membumikan Pancasila itulah tantangan menghadapi generasi milenial.

Ancaman terhadap ideologi bangsa merupakan ancaman serius yang perlu diwaspadai. Untuk menghadapi pengaruh perang ideologis, pentingnya aktualisasi dan pemurnian implementasi nilai-nilai Pancasila sebagai basis kekuatan Ideologi bangsa dan negara.

Ancaman non fisik yang paling berbahaya yaitu ancaman terhadap “Mindset” Bangsa Indonesia yang berupaya untuk merubah ideologi negara Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Serangan mindset akan terus mempengaruhi hati dan pikiran rakyat, terutama generasi muad dengan tujuan untuk membelokkan pemahaman terhadap ideologi negara.

Ancaman mindset ini bersifat masif, sistematis dan terstruktur yang terus berupaya untuk mempengaruhi dan merusak “mindset” atau pemikiran dan jati diri bangsa Indonesia melalui pengaruh ideologi-ideologi asing yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia.

Apabila kita tidak bisa mengantisipasi dan mengatasi dampak serta akibat dari “Perang Mindset” ini, maka taruhannya akan sangat besar dan dahsyat terhadap keberlangsungan eksistensi NKRI ke depan.

Mari kita bumikan kembali Pancasila, kita selamatkan Pancasila dari segala bentuk rongrongan yang akan menghancurkan eksistensi bangsa ini ke depan.

*) Ketua Bidang Advokasi Hukum dan HAM PWRI Kabupaten Wajo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *