Hampir setiap aspek kehidupan kita dilakukan secara daring, mulai dari melamar pekerjaan dan pergi ke sekolah hingga memesan pasta gigi dan merencanakan pesta. Dengan begitu banyaknya informasi pribadi di perangkat kita, melindunginya dari serangan siber sangatlah penting.
Anda mungkin berpikir memasukkan nama depan dan belakang Anda dalam survei adalah hal yang wajar, tetapi bagaimana jika ternyata data tersebut dibobol atau palsu? Atau, unduhan atau klik email yang tampaknya tidak berbahaya dapat memberi peretas akses ke informasi identitas pribadi Anda, yang dapat mempengaruhi Anda selama bertahun-tahun.
Pembaruan Perangkat Lunak
Segera setelah Anda menerima notifikasi tentang pembaruan perangkat lunak untuk sistem operasi Anda, segera lakukan pembaruan tersebut karena pembaruan tersebut berisi patch keamanan terbaru. Berikut cara melakukannya pada jenis perangkat yang paling populer:
Perangkat Lunak Antivirus
Apakah Anda memerlukan perangkat lunak antivirus? Jawabannya tergantung pada jenis perangkat yang Anda miliki, tetapi biasanya jawabannya adalah ya. iPad dan iPhone tidak memerlukan perangkat lunak antivirus, Windows 10 memerlukan antivirus, Mac memerlukan antivirus, dan Chromebook memerlukan antivirus.
Antivirus memindai berbagai jenis malware termasuk ransomware dan spyware. Carilah perangkat lunak antivirus yang dilengkapi firewall untuk melindungi jaringan Anda dari ancaman siber.
Kata Sandi
Seperti halnya kebersihan fisik, kebersihan kata sandi sama pentingnya dan mendasar, namun sering terlupakan. Daripada menggunakan kata sandi yang sama persis untuk semua akun online Anda, pastikan setiap akun memiliki kata sandi yang unik dan kuat. Ikuti tips kata sandi berikut:
- Gunakan 12 hingga 16 karakter.
- Gunakan huruf, angka, dan simbol.
- Jangan sertakan informasi pribadi apa pun.
- Jangan gunakan karakter yang berulang.
- Simpan semua kata sandi Anda di pengelola kata sandi, seperti 1Password.
Autentikasi
Jika memungkinkan, tambahkan autentikasi dua faktor (2FA) atau autentikasi multifaktor (MFA) ke akun Anda. Ini mengharuskan Anda memasukkan kode sandi tambahan yang dikirimkan ke ponsel Anda atau pengenalan sidik jari/wajah. Pelajari lebih lanjut di panduan autentikasi kami.
Penipuan Phishing
Phishing adalah salah satu cara paling umum yang digunakan peretas untuk mendapatkan kredensial pengguna lain untuk mencuri identitas mereka. Sebagian besar program antivirus memiliki perlindungan terhadap phishing, tetapi jika Anda tidak yakin, sebaiknya jangan mengeklik email, teks, pesan, lampiran, atau tautan yang tidak dikenal. Tautan ini dapat mengarahkan Anda ke situs web palsu untuk rekayasa sosial. Begitulah cara peretas mendapatkan kredensial login Anda langsung dari sumbernya (Anda).
Informasi Identitas Pribadi
Informasi identitas pribadi, atau PII, mencakup data sensitif seperti:
Nama Anda
Alamat email
Alamat surat-menyurat
Nomor telepon
Nomor KTP atau NIK Anda
Peretas dapat menggunakan informasi orang lain untuk pencurian identitas, oleh karena itu penting untuk melindungi identitas Anda dengan tidak membagikan PII Anda, terutama di media sosial. Pernahkah Anda mencari informasi pribadi Anda di Google? Anda mungkin akan melihat banyak PII muncul di halaman pertama. Pelajari cara memeriksa apakah identitas Anda telah dicuri dan menghapus PII Anda dari Google.












