STRATEGINEWS.id, Medan — Berkembangnya AI membuat banyak orang menaruh kepercayaan lebih kepada teknologi tersebut. Bahkan membuat mereka menggunakannya tanpa mengecek kebenarannya kembali. Namun bos OpenAI, Sam Altman, mengingatkan untuk tidak menaruh kepercayaan sepenuhnya pada ChatGPT. Chatbot populer itu diakuinya rentan halusinasi dan tidak bisa diandalkan.
“Orang-orang memiliki tingkat kepercayaan tinggi pada ChatGPT. Ini menarik karena AI berhalusinasi. Ini seharusnya menjadi teknologi yang tidak terlalu Anda percaya,” kata Altman dalam sebuah podcat dikutip dari Mint, awal Juli 2025.
Halusinasi dalam chatbot AI merujuk pada produk itu akan mengarang cerita dengan sangat percaya diri. Hal ini terjadi karena beberapa alasan. Misalnya data pelatihan chatbot yang bias, kurang pengetahuan dunia nyata, tekanan untuk selalu menghasilkan respons dan membuat teks prediktif.
Dalam kesempatan itu, Altman juga kembali mengatakan, anak-anaknya tidak lebih pintar daripada AI. Namun dia memastikan mereka akan melampaui capaian orangtuanya hari ini.
“Namun mereka akan tumbuh jauh lebih mampu daripada kita dan bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa dibayangkan,” ucapnya.
Altman juga ditanya soal kemungkinan iklan masuk di ChatGPT. Dia mengatakan, akan sulit untuk mewujudkan.
Meski begitu, Altman menyebutkan, tak menentang ide tersebut. Bahkan pria 40 tahun itu juga memuji iklan yang ditampilkan Instagram.
“Saya pikir iklan Instagram cukup keren. Saya membeli banyak barang dari sana. Namun saya pikir akan sulit melakukannya dengan benar,” jelas Altman.
Dia menjelaskan, iklan bisa diterapkan tanpa mengganggu pengalaman pengguna sepenuhnya. Namun pembuktiannya memiliki beban yang sangat sulit.
“Beban pembuktian harus sangat tinggi dan harus sangat terasa manfaat untuk pengguna dan jelas itu tidak akan mengacaukan LLM,” ujarnya, seperti dikutip dari cnbcindonesia.com, Minggu (13/7/2025) sore.
(KTS/rel)












