Strateginews.Id, Donggala – Dinas Perpustakaan Kabupaten Donggala beberapa pekan lalu selenggarakan Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) program Pengolahan Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan Donggala tahun 2025 di Kecamatan Sojol.
Kegiatan Bimtek, dibuka oleh Camat Sojol, Asram, di Aula Kantor Kecamatan Sojol,. Para peserta Bimtek adalah para pengelola perpustakaan sekolah dan seluruh pustakawan berasal dari tiga kecamatan. Yaitu Kecamatan Sojol, Sojol Utara, dan Dampelas
Dalam kegiatan itu, selain di hadiri Kepala Dinas Perpustakaan Donggala, Tafip, juga di hadiri beberapa orang pemateri khusus misalnya, Pangeran Jage L. Dg. Bone, dan Azizah, serta narasumber dari Dinas Perpustakaan Daerah, Irham.
Tujuan kegiatan Bimtek ini dilaksanakan papar Irham, untuk mengembangkan dan memberikan pengetahuan, keterampilan kepada para peserta dengan melakukan bimbingan. Terutama pengolahan, pemeliharaan, dan pengembangan koleksi bahan pustaka, serta membantu perpustakaan mewujudkan visi dan misi mereka menyediakan akses informasi berkualitas.
Lebih lanjut Irham menjelaskan, salah satu fungsi Perpustakaan Nasional adalah sebagai pusat pelestarian koleksi perpustakaan.
“Perpustakaan sebagai lembaga public, tidak hanya sebagai layanan jasa informasi, juga memiliki tugas melestarikan hasil ciptaan manusia, agar hasil karya cipta tersebut dapat diberdayakan sepanjang masa,” Tegasnya
Lanjut dikatakan Irham, Bimtek ini juga bertujuan melestarikan nilai informasi yang terkandung dalam bahan pustaka, maka perpustakaan harus dapat menjaga dan melindungi hak cipta seseorang. Dengan menerapkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik, serta tetap menghormati hak-hak intelektual individu dan masyarakat.
Di tempat yang sama, Pangeran Jage menyampaikan, Alih media perpustakaan biasa dilakukan pada bahan pustaka bernilai sejarah, naskah kuno, buku langka atau bahan pustaka yang memiliki kondisi fisik yang sudah rapuh.
“Perpustakaan mempunyai kebijakan membuat salinan dalam bantuk alih media berbentuk digital, guna melestarikan informasi bahan pustaka tersebut,” Paparnya.
Pangeran Jage lebih detail menjelaskan untuk menjaga kandungan informasi koleksi, menghemat ruang penyimpanan, mempermudah akses temu kembali informasi, dan menyelamatkan kerusakan fisik dokumen, serta mengatur dokumen dengan sistematis.
Di tambahkannya, alih media memiliki peran dalam melestarikan koleksi perpustakaan. dengan adanya alih media oleh perpustakaan, akan membantu perpustakaan dan sebagai solusi keamanan koleksi lama yang dimilikinya, selain itu menghemat ruangan penyimpanannya.
“Akses informasi akan menjadi mudah, awalnya tercetak dengan sistem yang tidak beraturan dikarenakan di tempatkannya koleksi digudang, maka dengan dilakukannya digitalisasi mempermudah dalam mencari informasi yang diinginkan pengguna,” terangnya menutup.
DAD












