Ditulis oleh Iwan Sanusi – Putra Jawa Barat, Praktisi Aviasi.
—
Di tengah sorotan publik terhadap sosok Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang makin viral karena gebrakannya di lapangan, saya—Iwan Sanusi—membayangkan: “Upami aing jadi Kang Dedi Mulyadi, Bandara Kertajati bakal jadi percontohan dunia!”
Karena potensi Jawa Barat terlalu besar untuk hanya jadi penonton dalam peta global aviasi. Kertajati adalah gerbang masa depan Indonesia, yang butuh sentuhan lokal, visi besar, dan keberanian untuk mandiri.
—
KDM: Sosok Visioner dan Merakyat
KDM dikenal bukan karena jabatan, tapi karena kedekatannya dengan realitas rakyat. Ia menyulap pasar tradisional, menyelesaikan konflik sosial, hingga bicara budaya Sunda dengan penuh kebanggaan. Jika beliau memimpin Jabar, bandara bukan sekadar infrastruktur, tapi alat pemerataan ekonomi dan kebanggaan daerah.
—
Bandara Kertajati: Besar Tapi Belum Maksimal
Nama: Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati
Resmi dibuka: 2018
Lokasi: Majalengka, strategis untuk Jabar bagian timur, utara dan tengah
Pengelolaan: Awalnya oleh PT BIJB, kemudian ada sinergi dengan AP II (InJourney Airports)
Masalah utama: Minim penumpang, belum optimal karena akses dan belum fokus dalam strategi pengembangan.
—
Jadikan Kertajati Sebagai SMART AIRPORT Kelas Dunia
Smart Airport bukan hanya digitalisasi, tapi transformasi menyeluruh:
AI-Based Airport Operation
IoT Sensor Network untuk baggage & security
Smart Traffic Management
Renewable energy & eco-airport design
Nuansa lokal: Sunda modern meets global class
—
Langkah Strategis: KDM Airport Vision 2030
1. Transformasi PT BIJB menjadi Badan Usaha Bandar Udara (BUBU)
Mengganti paradigma dari pengelolaan terbatas menjadi model bisnis mandiri & adaptif.
2. Pembangunan “Smart Airport Ecosystem”
Integrasi sistem teknologi informasi, kontrol penumpang, bagasi, keamanan, hingga kenyamanan.
3. Jadikan Kertajati sebagai Pusat MRO Nasional
Lokasi luas dan strategis sangat cocok untuk Maintenance, Repair & Overhaul pesawat domestik dan internasional.
4. Bangun Terminal Haji & Umrah Jabar
Agar tidak bergantung pada Bandara Soekarno-Hatta dan memudahkan jemaah dari seluruh pelosok Jabar.
5. Kembangkan Kertajati sebagai Regional Cargo Hub
Menampung ekspor-impor produk pertanian, manufaktur, dan logistik Jabar. Terminal kargo modern bisa dibangun dengan APBD & BUMD.
6. Jadikan Airport City dengan Konsep Sunda Metropolitan
Pusat UMKM, kuliner, pariwisata, hingga pusat pelatihan aviasi lokal.
7. Perkuat aksesibilitas (Tol Cisumdawu & kereta bandara)
Serta shuttle bus dari seluruh kabupaten/kota di Jabar.
8. Hindari Kerja Sama Strategis Gagal
Bandara dikelola oleh daerah, dengan swasta hanya sebagai penyedia sistem IT, bukan pemilik saham atau operator.
9. Kembangkan Akademi Aviasi Jawa Barat
Menghasilkan SDM unggul yang akan menjadi tulang punggung aviasi Jabar.
10. Gunakan Dana APBD, BUMD, Obligasi Daerah
Hindari utang asing. Gunakan semangat gotong royong dan kemandirian fiskal daerah.
—
Potensi Penumpang: Jabar Bisa Kalahkan Bandara Lain
Populasi Jabar: ±49 juta jiwa
Jika hanya 10% warga terbang 2x/tahun, maka potensi:
9,8 juta penumpang/tahun – menempatkan Kertajati di posisi tersibuk No.2 nasional setelah Soetta.
—
Penutup: Bangkitkan Bandara Kertajati, Bukan Sekadar Nama Tapi Masa Depan
Sebagai putra asli Jawa Barat, dan telah 30 tahun di dunia aviasi, saya melihat Kertajati bukan proyek gagal—tetapi aset emas yang belum disentuh dengan visi besar.
Kang Dedi, upami aing jadi anjeun, abdi pastikeun: Kertajati bakal jadi Smart Airport, Cargo Hub, Terminal Haji, dan MRO Center terbaik di Asia Tenggara!
—












