Bandar yang digerebek di Belawan modifikasi ruko jadi loket narkoba

Teks foto: Aparat gabungan melakukan penangkapan atas pelaku penyerangan anggota Polres Pelabuhan Belawan.

STRATEGINEWS.id, Medan — Penggerebekan bandar narkoba di Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatra Utara, mendapatkan perlawanan dari sekelompok orang tak dikenal (OTK) hingga polisi disekap. Bandar narkoba tersebut beroperasi di sebuah ruko yang dimodifikasi menjadi loket narkoba.

“Jadi mereka itu beroperasi di dalam ruko yang dimodifikasi jadi loket narkoba. Di lantai bawah itu ada loket-loket narkoba untuk transaksi,” ujar Direktur Narkoba Polda Sumut, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, Minggu (20/4/2025).

Dilansir detikSumut, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Oloan mengatakan, sarang narkoba tersebut berada di salah satu ruko. Lalu, di pintu besi ruko tersebut ada lubang sebagai media transaksi.

“Ruko itu rumah satu petak, cuma dikasih pintu besi ruko petak itu ada lobangnya, lubang angin. Transaksi dari situ. Kayak pintu biasa. Kayak lubang angin saja, ada dua lubang,” kata Oloan saat konferensi pers di Polda Sumut, Senin (14/4/2025).

Bandar narkoba tersebut telah beroperasi selama setahun. Untuk mengaburkan bisnis haramnya itu, mereka membuat lubang kecil di pintu ruko untuk transaksi narkoba.

“Dari hasil pendalaman kami, kurang lebih setahun beroperasi. Mereka pintar mengelabui. Ruko itu seperti ada lubang kecil. Siapa yang mau beli lewat lubang menyampaikan, uang diberikan, barang diberikan,” jelas Oloan.

Sarang narkoba itu digerebek personel Polres Pelabuhan Belawan, Rabu (9/4/2025) sekitar pukul 19.30 WIB. Polisi yang berjumlah sembilan orang turun ke lokasi dan menangkap lima orang diduga pengguna narkoba saat itu.

Namun, upaya penindakan terhadap bandar narkoba di ruko itu mendapatkan perlawanan sekelompok OTK. Mereka melempari polisi dengan batu. Kendaraan polisi juga dibakar massa.

Sejumlah polisi yang melakukan penggerebekan itu dikepung dan disekap massa. Karena jumlah pelaku yang lebih banyak daripada jumlah personel, dua orang bandar narkoba terpaksa dilepaskan.

Petugas gabungan dari Polri dan TNI kemudian melakukan operasi gabungan untuk menangkap para pelaku penyerangan, Jumat (11/4/2025). Tujuh pelaku yang menyerang polisi dan satu orang bandar yang sempat dilepaskan, berhasil ditangkap kembali.

“Kami berhasil menangkap tujuh pelaku perusakan dan juga yang melawan petugas, serta satu tersangka narkoba yang lari,” ujar Direktur Narkoba Polda Sumatra Utara (Sumut) Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, Minggu (20/4/2025).

Kombes Jean Calvijn mengatakan, penangkapan kembali bandar narkoba tersebut adalah bukti ketegasan Polri dalam melawan pelaku narkoba. Dia juga menegaskan tidak akan segan menindak oknum yang menghalangi petugas dalam upaya penegakan hukum.

“Tidak ada lagi oknum yang menghalang-halangi petugas atau penegak hukum yang menangkap bandar narkoba, apalagi yang melawan bahkan menyerang petugas, serta membakar dan merusak fasilitas umum dan barang milik negara,” tegas Calvijn, seperti dikutip dari detikSumut, Senin (21/4/2025) siang.

(KTS/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *