Risdiana Wiryatni: Idul Adha Momentum Memupuk Solidaritas

Risdiana Wiryatni

STRATEGINEWS.Id, Jakarta – Idul Adha atau Idul kurban mengandung banyak nilai, makna dan semangat penting bagi kehidupan pribadi dan sosial yang selalu relevan di setiap massa dan perlu peneguhan dalam kehidupan berbangsa.

Keteladanan yang diwariskan Nabi Ibrahim dan anaknya, Nabi Ismail perlu diresapi dengan seksama sehingga perayaan Idul Adha dapat menjadi momentum yang dapat memperkuat kesalehan spiritual sekaligus memupuk rasa solidaritas.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Strategi Foundation, Risdiana Wiryatni Jagad, menjawab pertanyaan awak media, Selasa [27/6/2023]

Risdiana mengungkapkan,  nilai-nilai itu pula yang menjadi cerminan hikmah dari perintah agama menyembelih hewan kurban di setiap momentum Idul Adha. Masyarakat yang memiliki kelebihan materi dituntut kerelaannya dalam berkurban untuk dibagikan kepada warga lainnya, terutama mereka yang tidak mampu agar sama-sama menikmati dan merasakan indahnya kebahagiaan di hari raya kurban.

“ Banyak hikmah yang bisa kita petik di Hari Raya Idul Adha ini. Perkokoh taqwa kita kepada Allah, dan saatnya untuk memupuk solidaritas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Risdiana.

Risdiana mengatakan, pada perayaan Idul Adha, seluruh umat muslim, dimanapun berada, mengambil keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Kisah tentang mereka memberikan pelajaran tentang keikhlasan yang begitu besar. Ibrahim dalam skenario Tuhan, diminta menyembelih seorang Ismail, anak satu-satunya yang diperolehnya setelah penantian yang lama.

Meski kemudian diganti dengan seekor hewan, tetapi Ibrahim lulus ujian keikhlasan karena tidak menolak tuntutan tersebut.

“ Pelajaran yang lebih luas lagi yang terkandung dalam Idul Adha dapat dipetik dari dialog antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Setelah mendapat perintah Tuhan, Ibrahim masih meminta pendapat Ismail. Hal itu memberikan sirat bahwa ada dialog antara yang tua dan muda. Bila dikaitkan dengan manajemen modern, hal ini disebut manajemen partisipatif,” ujarnya.

Iduladha lanjutnya, dijadikan momentum untuk meningkatkan ibadah, dengan saling berbagi kebaikan kepada sesama diantara yang membutuhkan bantuan, sehingga tercipta kehidupan yang harmonis, baik antar sesama umat beragama.

“ Idul Adha juga melatih diri untuk menjadi dermawan menjadi pribadi yang berjiwa besar dan bersabar, mempererat tali silaturahmi, serta memperkuat solidaritas kemanusiaan kepada sesama,” pungkasnya.

[jgd/red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *