Geram Polusi di DKI Jakarta Memburuk, Jokowi Ancam Tutup Pabrik Bandel Pencemar Udara

Presiden Joko Widodo [Jokowi] pun ikut geram dengan polusi udara DKI ini, dan mengancam akan menutup pabrik yang mencemari udara Jakarta dan sekitarnya [foto ilustrasi CNN Indonesia]

STRATEGINEWS.Id, Jakarta – DKI Jakarta saat ini tercemari polusi udara yang sangat mengkhawatirkan. Berbagai upaya pun dilakukan pemerintah untuk menguragi  polusi udara ini, diantaranya penerapan kebijakan WFH bagi 50% ASN DKI.

Presiden Joko Widodo [Jokowi] pun ikut geram dengan polusi udara DKI ini, dan mengancam akan menutup pabrik yang mencemari udara Jakarta dan sekitarnya. Hal ini ia sampaikan untuk merespon polusi udara di wilayah Jabodetabek yang kian memburuk.

Jokowi menegaskan, terkait pengelolaan limbah, semua pabrik harus taat aturan. Salah satu indikator taat aturan, adalah mendirikan scrubber atau alat pemisah zat padat dari udara.

“ Sangsi pasti dan bisa ditutup. Saya kemarin di rapat sudah saya sampaikan, kalau tidak mau memperbaiki, tidak pasang scrubber, tegas untuk ini karena harga kesehatan yang sudah kita bayar itu mahal sekali,” kata Jokowi di Semarang, Rabu [30/8] dikutip dari CNN Indonesia.

Penanganan polusi udara di Jakarta, tegas Jokowi, harus dilakukan secara lengkap. Perlu waktu dan keseriusan agar langkah ini berjalan dengan baik.

Untuk mengurangi polusi udara ini, Jokowi pun memerintahkan anak buahnya untuk mendorong publik menggunakan transportasi publik, dan masyarakat didorong untuk beralih ke kendaraan listrik.

Uji emisi kendaraan pun tak luput dari perhatian Jokowi. Dia meminta ada pengawasan ketat terhadap uji emisi kendaraan bermotor, dan memerintahkan pemda untuk memperbanyak angkuta umum masal.

Tak hanya itu, Jokowi juga mendorong penghijauan di Jakarta. Dia memerintahkan penanaman pohon-pohon besar di lingkungan perkantoran.

“Banyak yang akan kita kerjakan untuk menyelesaikan ini, tetapi memang bertahap,” kata Jokowi.

Sebelumnya, pemerintah memberi sanksi 11 industri di Jabodetabek karena tak taat pengelolaan limbah. Kebijakan itu dilakukan setelah kualitas udara Jakarta memburuk.

Untuk penanganan polusi udara ini,  Presiden Joko Widodo kembali memberikan tugas baru kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan untuk memimpin penanganan polusi udara di DKI Jakarta dan sekitarnya.

[nug/red]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *