Wasekjen PKB Sebut Prabowo Sulit Menang di Jatim Bila Cawapres Bukan Cak Imin

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar [ft. Serambinews.com]

STRATEGINEWS.Id, Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa [PKB] Syaiful Huda menilai Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto bakal sulit memperoleh suara optimal di Jawa Timur pada Pilpres 2024 jika tak berpasangan dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Menurut Syaiful Huda, PKB telah memiliki basis massa yang kuat di Jawa Timur.

Huda menyampaikan demikian, merespons isu Golkar dan PAN yang dikabarkan bakal merapat ke Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).

“ Kalau Pak Prabowo tidak dapat insentif elektoral tinggi di Jawa Timur, agak berat untuk menang, di situlah ada yang namanya Gus Imin yang punya rumah Jawa Timur,” kata Huda di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (12/7).

“Pak Prabowo kalah misalnya dua kali dengan Pak Jokowi [Presiden dua periode RI Joko Widodo] itu kalah 9 juta suara di sana, Jawa Timur. PKB ini basisnya Jawa Timur,” sambungnya.

Mengingat Jawa Timur merupakan basis PKB, Huda menilai Prabowo dan Cak Imin sebagai dwi tunggal. Lantas Huda membandingkan kekuatan Cak Imin dengan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Menteri BUMN yang juga Ketum PSSI Erick Thohir di Jawa Timur.

Menurutnya, ketiga tokoh ‘saingan’ Cak Imin itu tak memiliki basis di sana. Huda beralasan mereka tak berdomisili di Jatim.

“Hanya Gus Imin yang punya address di Jawa Timur,” ujarnya.

Diketahui, PKB dan Gerindra telah membentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya [KKIR], sementara PAN dan Golkar di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama PPP.

Namun hingga kini, baru PPP yang sudah menentukan sikapnya di Pilpres 2024 dengan mengusung bakal capres PDIP Ganjar Pranowo, sedangkan Golkar dan PAN belakangan diisukan bakal merapat ke KKIR.

Terkait koalisi untuk Pilpres 2024,  Wakil Sekretaris Dewan Syura PKB Maman Imanul Haq menegaskan PKB sejauh ini masih konsisten bersama Gerindra di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).

“Ya yang pertama tentu PKB melihat bahwa jumlah capres ini masih sangat cair, semua wait and see. Yang kedua, PKB masih tetap konsisten dengan Gerindra,” kata Maman di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis.

Ia menyampaikan demikian ketika ditanyai soal peluang PKB bergabung ke koalisi PDIP mengusung Ganjar Pranowo.

Maman menyebut hingga kini hasil survei menunjukkan belum ada bakal capres yang berhasil merengkuh tingkat elektabilitas mencapai mayoritas sederhana (50+1 persen).

Oleh karenanya, tutur Maman, koalisi di pemilu pun masih cair.

“Jadi, masih ada kemungkinan terus berubah, pasangannya pun belum ada yang pasti,” ujar dia.

[nug/red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *