Pembangunan jembatan Gang Damai Polonia masuk tahap teknis dan administratif

Foto: Anak SMP melewati pipa seusai pulang sekolah

STRATEGINEWS.id, Medan — Jembatan pengganti di kawasan Gang Damai, Jalan Adi Sucipto, Kota Medan, Sumatra Utara, segera dibangun. Kepala PT KAI Divre I Sumut, Sofan Hidayah, menyampaikan, saat ini rencana pembangunan jembatan tersebut dalam tahap pembahasan teknis dan administratif.
Pihaknya memastikan KAI Divre Sumut mendukung penuh realisasi proyek tersebut.

“Saat ini dalam tahap pembahasan teknis dan administratif. Kami memastikan akan mendukung sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Sofan usai pertemuan dengan Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (22/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Sofan menyebutkan, pembangunan jembatan pengganti menjadi salah satu pembahasan utama, terlebih kondisi jembatan sebelumnya yang telah ambruk sejak 2024.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah siswi SMP nekat melewati pipa air yang berada di atas Sungai Deli, Kota Medan, Sumatra Utara (Sumut), demi bisa sampai ke sekolah mereka. Para siswi ini terpaksa melewati pipa itu karena tidak ada lagi jembatan di lokasi tersebut yang ambruk akibat banjir.

Pemerintah Kota (Pemkot) telah memastikan pembangunan jembatan di Gang Damai, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Medan Polonia tak menggunakan APBD Kota Medan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Khairul Azmi, mengatakan, pembangunan jembatan akan dilakukan dengan dana bantuan dari TNI.

“Dari TNI (dananya). Bantuan dari TNI. Jadi segala sesuatunya pemerintah daerahlah yang mengurus. Masalah pinjam pakai PJKA dan lainnya,” ujar Azmi saat diwawancarai, Jumat (24/4/2026).

Azmi menyebutkan, saat ini pihaknya mendorong PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk memberikan izin terkait dengan penggunaan lahan.

“Jadi kesiapan pemerintah daerah, khususnya wali kota, itu kami sudah siap, baik itu dari unsur TNI yang membangun, baik itu dari BWS yang akan mengeluarkan pertek, baik dari Dinas SDABMBK yang akan koordinasi sama TNI masalah RAB jembatan gantinya,” ungkapnya.

Menurut Azmi, saat ini PT KAI sedang menyiapkan skema kerja sama dengan Pemkot Medan terkait dengan penggunaan lahan.

“Tetapi dalam hal ini kan memang ada sedikit masalah kita lahan, yaitu lahan PJKA. Tetapi PT KAI siap membantu. Regulasinya tidak tahu ini seperti apa, apakah pinjam pakai, apakah hibah,” katanya.

Ia berharap pekan depan, persoalan administratif dan kajian terkait dengan regulasi pembangunan jembatan bisa selesai. Menurutnya, pembangunan jembatan akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Dalam waktu dekat kami minta tempo seminggu. Jadi minggu depan di hari Senin atau Selasa itu sudah bisa kami terimalah surat izin dan regulasinya seperti apa dari PT KAI,” katanya.

Saat ini, Azmi memastikan pagar sudah didirikan di lokasi bekas jembatan di Gang Damai agar tidak dilintasi siswa-siswi untuk pergi bersekolah.

“Sudah kami pastikan tidak akan dilintasi lagi saat ini untuk sementara karena sudah ada pagar beberapa lapis dari PDAM. Kemarin kan masih satu. Sekarang saya belum cek tapi dari laporan terakhir sudah ada tiga pagar,” tukasnya, seperti dikutip dari detikSumut, Jumat (22/5/2026) malam.

(KTS/rel)

Sumber detikSumut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *