STRATEGINEWS.ID, SUMENEP – Malam takbiran di Dusun Batoguluk, Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, tahun ini terasa berbeda. Nuansa sakral yang biasanya identik dengan lantunan takbir, berpadu dengan semangat kreatif generasi muda yang ingin merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah secara lebih hidup dan berkesan.
Bertempat di Partelon Posko Desa, ratusan warga dari berbagai kalangan—anak-anak, remaja, hingga orang tua—tumpah ruah dalam satu ruang kebersamaan. Mereka tidak sekadar mengumandangkan takbir, tetapi juga merangkainya dengan ekspresi kegembiraan yang penuh warna. Dentuman sound system menggema, ribuan lampion menerangi langit malam, sementara kembang api menghiasi suasana dengan kilauan cahaya yang memikat.
Namun, di balik kemeriahan itu, tersimpan pesan yang lebih dalam. Ketua panitia, Moh Mansur, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata hiburan. Menurutnya, inisiatif tersebut lahir dari keinginan untuk menggerakkan generasi muda agar tetap berada dalam jalur kegiatan positif.
“Ini bagian dari upaya kami memberikan ruang bagi anak-anak muda agar bisa menyalurkan energi mereka ke hal-hal yang bermanfaat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi penting, mengingat tantangan generasi muda di era sekarang semakin kompleks. Tanpa wadah yang tepat, potensi mereka berisiko teralihkan ke aktivitas yang kurang produktif. Karena itu, perayaan seperti ini dapat dilihat sebagai bentuk strategi sosial—menggabungkan nilai religius dengan pendekatan yang relevan bagi kaum muda.
Dukungan juga datang dari Kepala Dusun Batoguluk, Zainuddin. Ia mengapresiasi inisiatif para pemuda yang dinilainya mampu menciptakan suasana kondusif sekaligus memperkuat kebersamaan warga.
“Kegiatan seperti ini patut didukung, karena membawa dampak positif dan mempererat tali silaturahmi,” ungkapnya.
Lebih jauh, fenomena ini menunjukkan bahwa tradisi tidak harus kaku. Takbiran tetap menjadi inti, tetapi cara merayakannya dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Selama tidak meninggalkan nilai-nilai utama, inovasi justru menjadi jembatan untuk menjaga tradisi tetap hidup di tengah generasi baru.
Di Dusun Batoguluk, malam itu bukan hanya tentang merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa. Lebih dari itu, ia menjadi simbol harapan—bahwa semangat kebersamaan, kreativitas, dan nilai-nilai positif masih tumbuh subur di tengah masyarakat. (bus)












