Pengamat: Perang Iran vs Amerika bak Langit dan Bumi

Pakar Kebijakan Publik Amerika Serikat Jerry Massie

STRATEGINEWS.id, Jakarta – Saat meangkap pemimpin diktator Venezuela Miguel Madur, kini kepemimpinan Presiden Donald Trump dengan koleganya Israel berhasil menghabisi pemimpin tertinggi Iran Ayatolah Ali Khamenei.

Jerry mengatakan, pesawat tempur pembom terbaik di dunia B-2 seharga Rp37 trliun dan F-22 raptor paling ngeri, baru kapal induk nomor 1 dunia Gerald Ford seharga Rp200 triilun yang memuat 4500 pasukan dan Abraham Lincoln sudah di Teluk Persia., bersiap akan menghancurkan Iran.

“ Bisa saja ini akan bermuara ke world war 3 atau (perang dunia ketiga( jika Rusia, Kprea Utara dan China membantu Iran. Pasalnya Prancis, Inggris, Kanada serta Australia serta sejumlah negara sekutu Amerika di Tinir Tengah diantaranya Qatar, UEA, Kuwait, Arab Saudi, Bahrain serta Yordania mendukung pasukan Amerika-Israel. Sedangkan Iran didukung Hamas (Palestina), Houthi (Yaman) dan Hizbullah (Lebanon).,” kata Jerry melalui keterangan, Rabu [4/3/2026]

Tapi Rusia mundur untuk mendukung Iran mereka memilih lebih fokus ke perang Rusia-Ukraina. Begitu pula China yang tak terlihat dukungannya pada Iran

“ Saya kira awal perang Amerika belum menerjunkan kekuatan penuh, tapi kali ini sudah turun 2 kapal induk terbesar mereka Abraham Lincoln dan Gerakd Ford bikin 11 kapal induk kabur di perairan Teluk. Menariknya juga, 2 pesawat tempur Iran ditembak jatuh Qatar ini pembalasan mereka atas penyerangan Jran terhadap bandara udara  mereka,” ujarnya.

Jerry mengungkapkan, sebetulnya tujuan Amerika menyerang Iran sama persis seperti Vemezuela yakni soal minyak mentah. Pasalnya Venezuela memiliki cadangan minyak nomor 1 terbesar di dunia Arab Saudi di posisi kedua dan ketiga dan keempat Irak.

Iran mengamuk dan menutup selat hormuz dimana hamoir 1t-20 persen minyak Qatar dan UEA lewat selat ini. Serangan pasukan Trump ke Iran dengan membunuh Ali Khamenei membuat partwi Demokrat depresi dan tergocancang  Betap tidak, Iran sekutu partai demokrat, buktinya saat Obama menjavat 10 tahun Presiden AS dia mengucurkan anggaran sebesar $1,6 billion dan pemerintahan Joe Biden $6 billion.

Namun, berbeda dengan partai Republik memiliki hubungan sangat erat dengan Israel.

“ Kini anggota kongres dan senat ketar-ketir mereka berencana menghapus Trump dengan menggunakan amandemen ke-25. Mereka lupa saat Obama menjabat dia menyerang dan membom 8 negara tapi Kongres dan senat adem-adem ayem saja tak berisik. Beda dengan Trump mereka kebakaran jenggot,” kata Jerry.

“ Barangkali Amerika lebih mendukung Reza Pahlavi putra dari pemimpin Iran era 60–70-an Mohammad Reza Pahlavi yang digulingkan pemimpin islam garis keras Ayatolah Khomenei. Sebetulnya sebelum pemerintahan monarki Iran jatuh ke tangan Ayatolah Khomeni, Iran negara liberal dan demokratis. Life style (gaya hidup) Iran sama persis seperti Amerika dan Eropah.Mereka tak memakai hijab dan cadar dan tak menggunakan hukum syariah,” beber Jerry

Jerry mengungkapkan, dalam 1 dekade ini tentara Israel selain membunuh pemimpin Iran Ali Khamenei mereka juga menghabisi pemimpin Hamas Yahya Sinwar, pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah, Kepala Staf Tentara Iran, Kepala Pasukan IRGC Hosein Salami, Panglima Suriah-Lebanon , Quds Force Hossein Mahdavi, Kepala Staf Iran Abdul- Rahim Mosawi sampai mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejab.

“ Saya pikir Iran terlalu berani menantang Amerika dan Israel. Kekuatan militer dan anggaran saja antara langit dan bumi. Anggaran milIter AS $895 billion dan Iran $15.45 billion. Amerika mengoleksi 13.043 pesawat tempur, sedangkan Iran hanya punya 551 begitu pula helikopter, Amerika Serikat memiliki 1.005 buah dan Iran hanya 2,” pungkas Jerry

[nug/red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *