Jika Tol Trans Sumatra tersambung, inilah prediksi waktu tempuh Medan–Palembang

Foto: Ilustrasi jalan tol.

STRATEGINEWS.id, Medan — Konektivitas Pulau Sumatra diprediksi memasuki babak baru ketika Jalan Tol Trans Sumatra tersambung penuh dari Medan hingga Palembang.

Jika seluruh ruas rampung dan beroperasi optimal, perjalanan darat antarkota tersebut diperkirakan hanya memakan waktu sekitar 16 jam.

Estimasi ini jauh lebih cepat dibandingkan jalur arteri Lintas Timur Sumatra yang selama ini dikenal padat dan memerlukan waktu tempuh lebih lama.

Dengan asumsi kecepatan standar di jalan tol, pengendara yang berangkat pagi dari Medan diperkirakan sudah dapat tiba di Palembang pada sore atau malam hari.

Efisiensi waktu ini menjadi terobosan besar bagi mobilitas masyarakat maupun pelaku usaha lintas provinsi.

Rangkaian ruas tol yang akan menghubungkan Medan–Pekanbaru–Rengat–Jambi–Betung–Palembang diyakini menyatukan wilayah Sumatra Utara, Riau, Jambi, hingga Sumatra Selatan dalam satu koridor logistik yang lebih cepat dan terintegrasi.

Salah satu bagian penting dari jaringan tersebut adalah ruas Palembang–Betung–Jambi yang akan memperkuat koneksi menuju Sumatra bagian tengah dan utara.

Penyambungan penuh Tol Trans Sumatra diproyeksikan berdampak signifikan terhadap perekonomian regional. Arus distribusi barang akan menjadi lebih lancar, waktu pengiriman lebih singkat, serta biaya logistik berpotensi turun.

Efisiensi ini diharapkan meningkatkan daya saing produk-produk Sumatra di pasar nasional, bahkan ekspor.

Selain itu, konektivitas yang semakin baik juga membuka peluang investasi baru di sektor industri, perdagangan, dan pariwisata.

Saat ini, sejumlah ruas strategis sudah beroperasi, termasuk tol Lampung–Palembang serta beberapa segmen di wilayah Sumatra Utara dan Riau.

Pemerintah menargetkan fungsionalisasi berkelanjutan pada periode 2025–2026 untuk memastikan koridor Medan–Palembang dapat terhubung sepenuhnya.

Selain memangkas waktu tempuh, perjalanan melalui jalan tol dinilai lebih aman dan efisien dibandingkan jalur Lintas Timur yang kerap macet dan kepadatan kendaraan berat.

Jika seluruh jaringan benar-benar tersambung, perjalanan darat lintas Sumatra akan memasuki era baru—lebih cepat, terintegrasi, dan berdaya saing tinggi bagi pertumbuhan ekonomi kawasan, seperti dikutip dari harianmuba.disway.id, Senin (16/2/2026) malam.

(KTS/rel)

Sumber: disway.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *