StrategisNews.Id, Donggala – Ada yang lain dengan Unit Kerja Pelayanan Barang dan jasa (UKPBJ) Kabupaten Donggala semenjak dipimpin oleh Nandar Polin Hasibuan agak sulit di akses oleh Masyarakat umum dan pelit informasi.
Jika sebelumnya penyampaian informasi hasil Lelang paket baik tender maupun non tender yang ada dalam akun LPSE atau INAProc Donggala dapat di akses oleh publik, akan tetapi pada Tahun 2025 ini agak terbatas, hanya menampilkan beberapa produk Lelang pengadaan barang dan jasa saja.
Padahal informasi tersebut sangat penting untuk di ketahui publik terutama sebagai upaya transparansi dan pengawasan sejumlah kegiatan proyek milik Pemkab Donggala. Demikian di katakan seorang sumber yang Engan di sebut namanya.
Dampaknya, lanjut sumber mengaku kesulitan mendapatkan informasi terkait sejumlah kegiatan proyek di Tahun 2025 ini, sebagian pelaksanaannya ditengarai bermasalah dan belum selesai hingga mendekati berakhir masa kontrak, apalagi beberapa kegiatan proyek di lapangan tidak ada papan proyeknya.
Hilangnya informasi hasil pemenang Lelang di akun LPSE ini menimbulkan pertanyaan besar publik, apakah diduga disengaja atau kah ada faktor lain yang jadi penyebabnya, ada yang janggal di LPSE Donggala? Ujar Sumber dengan nada tanya.
Indikasi lain, kata sumber, kuat dugaan Pokja LPSE Donggala telah melakukan pengaturan Lelang dengan cara diarahkan pemenangnya pada beberapa paket proyek berbanderol jumbo ke oknum tertentu yang dekat dengan kekuasaan.
Praktik main mata pada proses Lelang paket proyek dimana perusahaan tertentu jadi pemenang tender sangat-sangat begitu kentara, meskipun ada dokumen penawaran tidak layak pada akhirnya tetap dinyatakan sebagai pemenang lelang. Beber sumber.
Lebih lanjut sumber mengatakan, modusnya Pokja LPSE hanya mencari-cari kekurangan atau celah perusahaan peserta lainnya yang mengikuti Lelang, untuk memenangkan Perusahaan tertentu.
“Indikasi adanya dugaan praktik curang di lakukan oknum Pokja LPSE begitu massif dan terstruktur dengan sengaja menutup akses website LPSE atau INAProc milik Pemkab Donggala hasil pemenang tender untuk maksud tertentu.”Tegas sumber.
Sementara Kepala Bagian (Kabag) UKPBJ, Nandar Polin Hasibuan yang akrab dipanggil Polin kepada wartawan menerangkan, akses website Inaproc Pemkab Donggala terhadap hasil pemenang Lelang baik tender maupun non tender di akun LPSE itu lantaran adanya pengalihan server yang sebelumnya gunakan server milik Pemerintah Daerah (Pemda) sekarang di tahun 2025 ini gunakan server PT. Telkom.
“Saat ini sudah bisa diakses, memang ada sedikit kesulitan untuk mengakses masuk website itu. Karena ada pengalihan server, dari server Pemkab Donggala di alihkan ke server milik Telkom. Sekarang sudah normal kembali dan bisa di akses oleh publik,” Terang Polin.
Adapun beberapa tender kegiatan proyek yang tidak tayang di akun LPSE itu ditangani oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing. Seperti misalnya, kegiatan proyek di Bidang Bina Marga dan Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Donggala.
“Lelang proyek yang tidak tayang di akun LPSE itu sistemnya E-katalog dan silahkan di tanya di OPD-nya masing-masing. Dan kami jamin tidak ada praktik yang melanggar di UKPBJ ataupun permainan dengan rekanan pemenang tertentu,” Pungkas Polin.
DAD












