STRATEGINEWS.id, Aceh Singkil – Sejumlah awak media mendatangi lokasi lahan rencana pembangunan pelabuhan Crude Palm Oil (CPO) di kawasan Pulau Sarok, Kabupaten Aceh Singkil, untuk melihat langsung kondisi proyek yang hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti.
Di lokasi tersebut, wartawan dari Strateginews.id, I News TV, dan Detik Aceh News berupaya meminta klarifikasi kepada Bupati Aceh Singkil terkait kelanjutan rencana pembangunan pelabuhan CPO yang sejak beberapa tahun terakhir terkesan mangkrak.
Perwakilan wartawan Strateginews.id, Dedy, menyampaikan bahwa pihak media telah mengajukan permohonan waktu untuk melakukan wawancara langsung dengan Bupati Aceh Singkil H. Safriadi Manik guna meminta penjelasan terkait sejumlah hal penting mengenai proyek tersebut.
Beberapa poin pertanyaan yang ingin dikonfirmasi kepada bupati antara lain:
1. Apakah pernah dilakukan studi kelayakan (feasibility study) terkait pembangunan pelabuhan CPO di kawasan Pulau Sarok.
2. Apakah terdapat kajian bisnis mengenai operasional pelabuhan tersebut, termasuk perusahaan mana yang akan melakukan ekspor CPO melalui pelabuhan itu.
3. Berapa luas keseluruhan lahan yang telah dibeli oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil untuk proyek tersebut.
4. Berapa total anggaran yang telah dikeluarkan pemerintah daerah hingga kondisi proyek seperti saat ini.
Namun hingga berita ini diturunkan, Bupati Aceh Singkil yg disapa dengan H.Oyon belum memberikan jawaban maupun tanggapan atas permintaan wawancara dari awak media yang berada di lokasi.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun awak media dari berbagai sumber, lahan untuk rencana pembangunan pelabuhan CPO tersebut dibeli oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil pada Tahun Anggaran 2017 dengan luas diperkirakan sekitar 4 hingga 5 hektare.
Pemerintah Aceh Singkil telah melakukan pembelian dan penimbunan lahan yang menelan anggaran sekitar Rp24 miliar.
Namun hingga saat ini, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa lokasi tersebut hanya berupa bentangan tanah kosong tanpa adanya pembangunan fasilitas pelabuhan CPO sebagaimana yang sempat direncanakan.
Kondisi tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kelanjutan proyek pelabuhan CPO yang digadang-gadang sebelumnya akan menjadi salah satu infrastruktur strategis untuk mendukung aktivitas ekspor komoditas kelapa sawit dari wilayah Aceh Singkil dan sekitarnya.
Awak media menyatakan akan terus berupaya meminta klarifikasi dari pihak Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil agar publik mendapatkan penjelasan yang transparan terkait penggunaan anggaran serta rencana kelanjutan proyek tersebut.
[dedi]












