STRATEGINEWS.id, Medan — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan, krisis tidur yang dialami banyak orang saat ini dapat berdampak serius pada kesehatan. Kurang tidur tidak hanya memengaruhi kondisi fisik tetapi juga kognisi, kesehatan mental, produktivitas, bahkan meningkatkan risiko kematian terutama pada kelompok usia menengah hingga lansia.
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, mengatakan, peringatan World Sleep Day 2026 menjadi pengingat pentingnya tidur berkualitas bagi kesehatan.
“Tidur berkualitas penting karena selama tidur, otak dan tubuh melakukan pemulihan kritis, seperti konsolidasi memori, pembuangan racun otak, serta regulasi sistem imun dan hormon,” kata Imran di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, tanpa tidur yang cukup dan efisien, fungsi kognitif, suasana hati, hingga kesehatan jangka panjang seseorang dapat menurun.
Kurang Tidur Picu Berbagai Penyakit
Imran menjelaskan, kurang tidur dalam jangka pendek dapat menurunkan konsentrasi, memperlambat reaksi, dan mengganggu memori jangka pendek.
Sedangkan kekurangan tidur kronis berisiko meningkatkan berbagai penyakit, seperti:
*Obesitas
*Hipertensi
*Diabetes tipe 2
*Penyakit kardiovaskular
Selain itu, kurang tidur juga berkaitan dengan gangguan kesehatan mental, termasuk depresi dan gangguan kecemasan, serta penurunan fungsi kognitif.
“Bukti sistematis menunjukkan hubungan kuat antara kurang tidur kronis dengan depresi, kecemasan, gangguan suasana hati, hingga penurunan fungsi kognitif. Gangguan tidur juga memperburuk prognosis gangguan jiwa yang sudah ada,” ujarnya.
Banyak Orang Tak Capai Waktu Tidur Ideal
Imran menuturkan, banyak orang dewasa saat ini tidak mencapai rekomendasi tidur yang cukup, yakni sekitar 7-9 jam per malam.
Data dari survei global ResMed 2025 yang melibatkan 30.026 responden di 13 negara menunjukkan banyak orang melaporkan kualitas tidur yang buruk dan gangguan tidur yang berdampak pada produktivitas.
Studi lain pada kelompok usia 50 tahun ke atas juga menunjukkan bahwa kualitas dan durasi tidur yang buruk berkaitan dengan peningkatan risiko Mild Cognitive Impairment (MCI), meningkatnya kondisi frailty, hingga mortalitas secara keseluruhan.
Analisis tersebut juga menemukan bahwa kualitas tidur yang lebih baik berkaitan dengan penurunan risiko kematian pada kelompok usia menengah hingga lansia.
Cara Memperbaiki Kualitas Tidur
Untuk memperbaiki kualitas tidur, Kemenkes menyarankan beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat, antara lain:
*Menargetkan tidur 7 hingga 9 jam per malam bagi orang dewasa
*Membatasi penggunaan layar atau gadget satu jam sebelum tidur
*Menjaga konsistensi jam tidur dan bangun
*Mengatur pencahayaan malam agar ritme sirkadian tetap stabil
Selain itu, masyarakat juga disarankan menciptakan lingkungan tidur yang nyaman, seperti menggelapkan kamar, menjaga suhu ruangan tetap sejuk, dan meminimalkan suara bising.
“Batasi layar dan hindari kafein atau alkohol mendekati waktu tidur. Jika muncul gejala gangguan tidur seperti ngorok keras, terengah, atau kantuk berlebihan di siang hari, sebaiknya memeriksakan diri ke layanan kesehatan,” kata Imran, seperti dikutip dari detikHealth, Minggu (15/3/2026) malam.
(KTS/rel)
Sumber: detikHealth












