STRATEGINEWS.id, Medan — Kepolisian Daerah Sumatra Utara (Polda Sumut) telah menindak ribuan pelanggar lalu lintas selama sepuluh hari pertama pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026. Operasi ini berlangsung dari 2 hingga 11 Februari 2026, menunjukkan komitmen Polda Sumut dalam menjaga ketertiban dan keamanan di jalan raya.
Sebanyak 10.667 pelaku pelanggaran lalu lintas tercatat telah ditindak dalam kurun waktu tersebut, menjadikannya angka yang signifikan.
Penindakan ini dilakukan di berbagai wilayah hukum Polda Sumut, melibatkan personel gabungan dari tingkat provinsi hingga polres jajaran untuk efektivitas maksimal.
Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, serta menekan angka kecelakaan yang sering terjadi.
Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyampaikan data penindakan tersebut secara rinci di Medan, Rabu (12/2/2026).
Kombes Pol Ferry Walintukan merinci bahwa penindakan terhadap pelanggar lalu lintas dilakukan melalui berbagai metode yang terintegrasi. Penindakan ini mencakup penggunaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) hingga teguran langsung oleh petugas di lapangan.
Sebanyak 1.692 kasus pelanggaran berhasil ditindak melalui sistem ETLE, menunjukkan efektivitas teknologi dalam pengawasan lalu lintas modern. Selain itu, 604 kasus ditindak secara non-ETLE, menegaskan peran krusial petugas di lapangan dalam menjaga ketertiban.
Mayoritas penindakan berupa teguran, dengan 8.265 kasus, yang mengedepankan aspek edukasi dan pembinaan. Pelanggaran khusus seperti travel ilegal tercatat 17 kasus, sementara pelanggaran Over Dimension Over Loading (ODOL) mencapai 89 kasus, menunjukkan fokus pada berbagai jenis pelanggaran.
Penegakan hukum dalam Operasi Keselamatan Toba ini dilakukan secara profesional dan proporsional sesuai standar operasional prosedur. Fokus utama adalah pelanggaran yang berpotensi tinggi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, demi menciptakan lingkungan jalan yang lebih aman bagi semua.
Operasi Keselamatan Toba 2026 mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif melalui edukasi serta imbauan kepada masyarakat secara berkelanjutan. Pendekatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya keselamatan berlalu lintas sejak dini.
Kombes Pol Ferry Walintukan menegaskan, upaya edukasi, sosialisasi, dan pengawasan di lapangan terus diintensifkan oleh seluruh jajaran. Hal ini dilakukan guna meningkatkan disiplin masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas secara berkelanjutan dan mengurangi pelanggaran.
Polda Sumut mengerahkan total 2.023 personel untuk Operasi Keselamatan Toba 2026 yang berlangsung selama 14 hari, dari 2 hingga 15 Februari 2026. Jumlah personel ini menunjukkan skala operasi yang komprehensif dan serius dalam mencapai tujuannya.
Rincian personel yang terlibat terdiri atas 100 personel dari Polda Sumut dan 1.923 personel dari Kepolisian Resor (Polres) jajaran di seluruh wilayah.
Keterlibatan personel dari berbagai tingkatan ini memastikan jangkauan operasi yang luas dan efektif di seluruh Sumatra Utara. Masyarakat diimbau untuk terus mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama, seperti dikutip dari merdeka.com, Minggu (15/2/2026) malam.
(KTS/rel)













