PSI Berambisi Ingin Kuasai Bali, Pengamat: Sulit Terwujud, Hanya Ilusi Politik Kaesang

Ketua Umum PSI terpilih Kaesang Pangarep

STRATEGINEWS.id, Jakarta – Pengamat politik sekaligus Direktur Politic and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie merespons pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep yang ingin menjadikan Bali sebagai basis utama kekuatan partai.

Ia menilai target tersebut tidak realistis dan lebih bersifat retorika politik tanpa didukung capaian elektoral yang kuat.

Jerry juga menanggapi pernyataan Kaesang terkait rencana merebut basis suara PDI Perjuangan di Jawa Tengah.

Menurutnya, ambisi tersebut sulit terwujud mengingat rekam jejak PSI yang belum pernah menembus ambang batas parlemen 4 persen pada pemilu sebelumnya.

Ia menilai kegagalan PSI lolos ke parlemen nasional menjadi indikator lemahnya kekuatan partai secara nasional.

Karena itu, ambisi menguasai Bali, Jawa Tengah, bahkan daerah lain dinilai terlalu berlebihan dan tidak berpijak pada realitas politik.

Jerry turut mengkritik target PSI yang membidik 60 kursi DPR RI pada Pemilu 2029 serta satu kursi di DPRD Bali.

Menurut dia, target tersebut tidak sebanding dengan capaian PSI pada pemilu sebelumnya yang hanya memperoleh satu kursi dari sembilan daerah pemilihan di Bali.

Lebih lanjut, Jerry menilai ada anggapan keliru bahwa figur Presiden ke-7 RI Joko Widodo akan mendongkrak elektabilitas PSI. Ia justru berpendapat keterkaitan tersebut berpotensi tidak memberikan dampak signifikan, bahkan bisa menjadi beban politik bagi partai.

“Bayangkan saja dari 9 daerah di Bali PSI hanya meraih 1 kursi saja dan kini bermimpi menguasai Bali,” ujar Jerry kepada wartawan, Kamis (29/1).

Ia menyebut sikap tersebut sebagai harapan semu yang tidak didukung kekuatan struktur maupun basis massa yang memadai.

Jerry menilai PSI terlalu larut dalam imajinasi politik tanpa perhitungan kekuatan riil.

Ia menyebut peluang PSI bisa saja meningkat jika dipimpin figur lain dan tanpa bayang-bayang kekuasaan lama.

Ia juga meragukan peluang PSI menang di Bali dan Jawa Tengah karena belum memiliki kepala daerah sebagai modal politik lokal.

Menurutnya, ketiadaan basis kekuasaan di tingkat daerah membuat target besar PSI sulit untuk direalisasikan.

“Saya nilai partai ini terlalu banyak mengkhayal tapi tak melihat kekuatan dan kemampuannya. Bisa saja meroket kalau bukan Kaesang yang ketua dan tanpa Jokowi di dalamnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep mematok target ambisius kepada jajaran pengurus wilayah Provinsi Bali untuk Pemilu 2029.

Putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu secara tersirat menyatakan keinginannya menjadikan Bali sebagai “kandang gajah”

Gajah merupakan lambang baru PSI yang menggantikan logo mawar merah.

“Kita buktikan di 2029, ini harus menjadi tempat yang baik untuk memelihara gajah. Saya enggak ngomongkan tentang gajah, loh. Memelihara gajah,” kata Kaesang saat membuka rapat koordinasi wilayah DPW PSI se-Bali di Badung, Sabtu (24/1/2025), seperti dikutip dari daulat.co, Kamis [29/1/2026] sore.

[rud]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *