STRATEGINEWS.id, Medan — Gubernur Sumatra Utara (Sumut), Bobby Nasution mengatakan, jalur dari Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) menuju Kota Sibolga sudah bisa dilewati saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Jalur itu sebelumnya tidak bisa diakses karena tertimbun material banjir dan longsor terjadi, Senin (24/11/2025).
“Kami juga menyampaikan dari Tarutung, dari Taput ke Sibolga sudah bisa masuk, tapi memang kapasitas kendaraan yang bisa masuk kecil,” ujar Bobby usai meninjau persiapan libur Nataru di Stasiun Kereta Api Medan, Senin (22/12/2025).
Kendati demikian, kata Booby, agar lalu lintas tetap berjalan lancar, pihak keamanan berjaga di lokasi tersebut.
“Karena itu (situasi) di sana dijaga pihak keamanan setempat. Kami itu imbau hati-hati,” katanya.
Bobby juga mengatakan, pihaknya akan terus menginformasikan lokasi jalan mana saja yang bisa diakses pasca bencana alam dan longsor November lalu.
“Yang pasti, jalur mana yang bisa digunakan dan bagaimana kapasitas jalannya sehingga akan menyesuaikan jenis bus yang melintas, dan setiap pertimbangan akan disampaikan tim yang bersiaga,” jelas Bobby.
Sebelumnya, musibah banjir dan longsor menerjang 19 kabupaten/kota di Sumut. Berdasarkan data Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Rabu (24/12/2025) pukul 08.00, jumlah korban meninggal 371 orang.
“Jumlah korban meninggal 371 nyawa, 70 hilang, terluka 242 orang dan 13.262 mengungsi,” ujar Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sumut, Porman Mahulae, mengutip data dari BPBD Sumut.
Kata Porman, Kabupaten Tapanuli Tengah wilayah paling parah terdampak bencana, tercatat sebanyak 133 orang meninggal, 37 hilang dan luka-luka 11 orang. Lalu Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), korban meninggal 88 orang, 30 orang hilang dan 160 terluka. Kemudian di Kota Sibolga korban meninggal 55 orang dilaporkan meninggal dan 68 orang terluka.
Selanjutnya, Kabupaten Tapanuli Utara, 36 meninggal, 2 hilang dan 3 luka. Selain 4 daerah tersebut, banjir dan longsor juga menerjang 15 kabupaten/kota di Sumut lainnya, meliputi Kabupaten, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Mandailing Natal, Langkat, Deli Serdang, Nias, Serdang Bedagai, Asahan, Batubara, Nias Utara dan Nias Selatan. Kemudian daerah lainnya Kota Padang Sidempuan, Medan, Binjai, dan Tebing Tinggi.
Proses pencarian korban hilang kini terus dilakukan Tim SAR gabungan. Bencana ini juga menyebabkan terdampak pada 1,7 juta jiwa di Sumut. Saat proses penanggulan bencana seperti mengurusi pengungsi dan perbaikan infrastruktur, terus dilakukan Pemprov Sumut dan pemerintah pusat, seperti dikutip dari kompas.com, Kamis (25/12/2025) sore.
(KTS/rel)












