STRATEGINEWS.id, Larantuka – Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pengurus Besar Nahdatul Ulama ( Lakpesdam PBNU) bekerja sama dengan Deutsche Gesellschaft fur Intenatoinale Zusammenarbeit (GIZ) milik pemerintah Jerman yang konsen di Indonesia pada isu pembangunan berkelanjutan sektor energi lingkungan dan pekerja migran melakukan kegiatan pelatihan teknis tentang prosedur migrasi aman, Akses layanan pendampingan kasus dalam program penguatan perlindungan pekerja mingrasi Indonesia berbasis komunitas bertempat di Hotel Surise, Larantuka Flotim dari tanggal 24 dan 25 November 2025).
Kegiatan pelatihan yang melibatkan 50 peserta dari berbagai elemen masyarakat itu dibuka langsung oleh Kepala dinas Tenaga kerja kabupaten Flotim DRS.Raymond Mandiri Piran (Senin, 24/11/2025) dihadiri pengurus Lakpesdam PBNU pusat, advisor GIZ Jerman, tamu undangan dari Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Flotim, pengurus Lakpesdam PCNU Flotim, komisi III DPRD Flotim, pimpinan dan utusan dinas serta perwakilan dari Kepolisian dan TNI, para kepala desa, jajaran LSM, serta para purna Pekerja migran Indonesia dan undangan lainnya.
Kepada media ini Raymomd Mandiri Piran menyatakan keterlibatan Lakpesdam PBNU dalam kerjasamanya dengan GIZ Jerman ini perlu di apresiasi dan didukung sepenuhnya.
“Program kegiatan Lakpesdam PBNU penting bagi pemerintah Flotim karena peran NGO diperlukan pemerintah daerah Flotim dalam kolaborasinya untuk penanganan buruh migran”ucap Raymond.
Kehadiran Lakpesdam PBNU di Flotim kata Raymond, diharapkan dapat membatu pemda Flotim dalam penanganan buruh migran dengan sistem keamanan migrasi desa.
” Sistem keamanan migrasi desa yang sudah dibentuk oleh Lakpesdam PBNU di beberapa desa binaan sebagai program unggulannya, diharapkan juga menjadi basis untuk deteksi dini bagi setiap arus keberangkatan dan kembalinya buruh migran Indonesia di Flotim” ungkap Raymond.
Pekerja Mingran Indonesia asal Flotim diluar negeri yang terdata lanjut Raymond, masih dalam kisaran 10 persen sebagai pekerja migran legal dan selebihnya adalah pekerja migran ilegal.
Untuk itu dalam mengatasi kondisi pekerja migran ilegal ini ,perlu ada kolaborasi pemerintah dan semua elemen termasuk Non Goverment Organization (NGO) yang bekerja di bidang buruh migran untuk membantu penanganan buruh migran dalam menjamin keaman dan perlindungan bagi pekerja migran.
Dalam kaitan rencana keberangkatan untuk pekerja migran keluar negeri kata Raymond, Pemda Flotim mengharapkan agar setiap calon pekerja migran yang mau bekerja di luar negeri harus melalui jalur legal dengan prosedural resmi yang aman melalui perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia(P3MI).
” P3MI legal di Flotim terdata ada (23) lembaga resmi sehingga diharapkan juga dapat menjadi motor dalam pendampingan dan membantu pemda Flotim dalam melakukan sosialisasi saat bersamaan dalam kewengannya untuk perekrutan pekerja migran dan pengirimannya,” ujarnya,
P3MI kata Raymond, sebagai alternatif tepat bagi calon pekerja migran Indonesia asal Flotim dalam menjamin kemanan untuk bekerja di luar negeri” tutup Kadis Naker Raymond Mandiri Piran.
Terpisah pengurus Lakpesdam PCNU Flotim, Adnan Watan kepada media ini menyebut “migran aman” yang digelar Lakpesdam PBNU dalam kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aktor lokal dalam pemahaman akan migrasi aman dan memberikan pendampingan menyeluruh terhadap calon pekerja migran dan pekerja migran indonesia melalui pemahaman tentang manajemen kasus serta akses layanan publik di tingkat daerah.
“Program migran aman memberikan perlindungan komprehensif kepada pekerja migran Indonesia sejak tahapan pra keberangkatan, masa penempatan di negara tujuan hingga kembali ke negara tujuan.”ucap Adnan Watan.
Dalam lanjutan penjelasannya, Adnan Watan, alumnus aktivis Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI) jakarta ini menyebut, program migran aman dalam cakupan kegiatannya melingkupi pelatihan peningkatan ketrampilan, pelatihan bahasa, pemahaman hukum, dan mempelajari budaya Negara tujuan dengan berbagai kemudahan lain dalam akses informasi.
“Program migran aman yang dicangkan ini dapat memberikan kontribusi bagi pekerja migran Indonesia untuk merasa aman dan lebih produktif sehingga dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan daerah dan bangsa ini. Program migran aman juga menjadi momentum penting untuk peningkatan kesadaran publik akan pentingnya perlindungan pekerja migran Indonesia, tutup Adnan Watan.(MB/D)












