Strateginews.id-Sulawesi Tengah, Pemerintah Prov. Sulawesi Tengah dibawah kepemimpinan Gubernur H. Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido mulai menunjukkan hasil kinerjanya selama 2025 dimana pertumbuhan ekonomi mulai naik sehingga memudahkan masyarakat kecil menjangkau kesehatan dan pendidikan.
Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur ini mengusung program 9 Berani yang menjadi prioritas pemerintah provinsi dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sulteng.
Sembilan program tersebut yaitu Berani Cerdas, Berani Sehat, Berani Lancar, Berani Menyala, Berani Berkah, Berani Makmur, Berani Harmoni, Berani Sejahtera dan Berani Berintegritas. Program-program unggulan itu dijalankan secara merata di berbagai kabupaten dan kota di Sulteng.
Berdasarkan data yang dirangkum detikcom, berikut capaian kinerja Anwar Hafid dan Reny Lamadjido sepanjang 2025.
1. Beasiswa untuk 16 Ribu Mahasiswa
Salah satu program unggulan Anwar Hafid dan Reny Lamadjido yaitu memberikan beasiswa bagi mahasiswa S1 asal Sulteng yang diberi nama Berani Cerdas. Beasiswa ini telah dirasakan 16.043 mahasiswa.
Hingga 23 Oktober, Pemprov Sulteng melaporkan total keseluruhan penerima beasiswa mencapai 16.584 mahasiswa. Sebanyak 16.043 mahasiswa telah menerima beasiswa itu dengan alokasi anggaran yang dibayarkan Rp 54.661.296.998 (Rp 54 M).
Sementara masih ada 541 mahasiswa yang masuk dalam periode ke 26-27 yang kini dalam tahap menunggu pembayaran dengan anggaran yang disiapkan Rp 2.113.768.615 (Rp 2 M).
Pemprov Sulteng juga berencana membuka beasiswa untuk jenjang S2 dan S3. Penerimaan beasiswa itu nantinya akan dilakukan secara selektif.
2. Akses Kesehatan yang Mudah
Pemprov Sulteng berkomitmen untuk terus memperkuat sektor kesehatan melalui program Berani Sehat. Program ini merupakan wujud nyata keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kecil untuk dapat berobat cukup dengan KTP, tanpa harus memiliki BPJS aktif.
Hingga Oktober 2025, lebih dari 102.000 warga Sulteng telah berobat menggunakan KTP melalui program ini, dengan total biaya pelayanan yang ditanggung Pemerintah Provinsi hampir mencapai Rp 50 miliar.
Sebelum adanya program Berani Sehat, RSUD Undata di Palu hanya melayani sekitar 200 hingga 300 pasien setiap hari. Namun dalam tujuh bulan sejak program ini berjalan, jumlah pasien melonjak menjadi 700 hingga 800 orang per hari.
Pemprov Sulteng juga akan mendorong perluasan dan peningkatan kapasitas RSUD Undata menjadi rumah sakit bertaraf internasional. Peningkatan itu tidak hanya menyentuh sisi fasilitas, tetapi juga mutu layanan dan penambahan tenaga dokter spesialis agar masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik tanpa harus berobat keluar daerah.
“RSUD Undata akan kita kembangkan menjadi rumah sakit kebanggaan Sulawesi Tengah, dengan fasilitas modern dan layanan berstandar internasional. Kita ingin rakyat Sulteng mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik di tanahnya sendiri,” ujar Anwar Hafid, Selasa (7/10).
3. Ekonomi Sulteng Triwulan III Tumbuh 7,79 Persen
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perekonomian Sulteng pada triwulan III 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 7,79 persen secara tahunan (year on year). Capaian itu menempatkan Sulteng jadi provinsi kedua dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.
Tiga lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi yakni pertama industri pengolahan. Kedua pertanian, kehutanan, dan perikanan, dan ketiga pertambangan dan penggalian memiliki pertumbuhan yang positif. Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi meliputi industri pengolahan yaitu sebesar 12,56 persen sejalan dengan adanya peningkatan produksi komoditas besi baja, nikel, kokas, dan litium oksida.
Dibandingkan triwulan II-2025, ekonomi Sulawesi Tengah pada triwulan III-2025 tumbuh sebesar 5,21 persen (q-to-q), polanya memiliki kemiripan dengan tahun sebelumnya atau pola musiman.
Sementara dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa menjadi sumber pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 11,87 persen.
4. Penduduk Miskin Turun
Persentase penduduk miskin di Sulteng mengalami penurunan per Maret 2025. Berdasarkan data BPS Sulteng, jumlah penduduk miskin di Sulawesi Tengah pada Maret 2025 mencapai 356,19 ribu orang atau 10,92 persen dari total penduduk.
Angka ini menurun 23,57 ribu orang atau 0,84 persen poin dibandingkan Maret 2024. Tren penurunan ini juga terlihat konsisten jika dibandingkan pada September 2024 yang saat itu penduduk miskin mencapai 358,33 ribu orang.
Kemiskinan Maret 2025 sebesar 10,92 persen menjadi angka kemiskinan terkecil selama ini di Sulawesi Tengah. (Mai).












