STRATEGINEWS.id, Palu – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Minggu, 17 Agustus 2025, pukul 05:38 WIB.
Menurut keterangan BMG, pusat gempa berada di darat, 18 km barat laut Poso, pada kedalaman 10 km, dengan koordinat 1,30 LS dan 120,62 BT.
Gempa ini dipicu oleh aktivitas Sesar Tokararu dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault) dan tidak berpotensi tsunami.
Dampak gempa satu orang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan Gereja Elim di Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, saat ibadah pagi. Sebanyak 29-46 orang luka-luka (berdasarkan sumber berbeda), dengan 13 orang dirujuk ke RSUD Poso (2 di antaranya kritis) dan 6 dirawat di Puskesmas Tokorondo.
Sekitar 12 rumah rusak berat, 33 rumah rusak ringan, dan beberapa bangunan seperti Gereja Elim serta kompleks sekolah dasar mengalami kerusakan. Total kerusakan mencakup lebih dari 30 bangunan.
Hingga 18 Agustus 2025, BMKG mencatat 27 gempa susulan, dengan magnitudo terbesar 3,3. Guncangan dirasakan kuat (skala V-VI MMI) di Poso, menyebabkan kepanikan warga.
BPBD Poso dan BNPB melakukan pendataan dan koordinasi untuk penanganan darurat. Tim Reaksi Cepat BNPB dikerahkan pada 18 Agustus 2025, dengan bantuan berupa tenda, makanan siap saji, hygiene kit, selimut, dan obat-obatan.
Masyarakat diimbau tetap tenang, waspada terhadap gempa susulan, memeriksa struktur bangunan, dan menyiapkan tas siaga bencana. BMKG menegaskan agar warga hanya mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, atau BPBD.
Wilayah Poso rawan gempa karena berada di zona sesar aktif, termasuk Sesar Tokararu dan Sesar Poso.
[red]












