Berita  

Rumah wartawan di Pancurbatu dilempar bom molotov

 

Teks foto:
Tangkapan layar CCTV yang memperlihatkan rumah milik seorang wartawan dilempar bom molotov oleh OTK.

STRATEGINEWS.id, Medan — Katib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU), KH Nurul Yaqin, meminta pihak kepolisian agar dapat segera menangkap dan mengungkap motif pelemparan bom molotov ke rumah Leo Sembiring, wartawan yang tinggal di Desa Namorih, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara (Sumut), Kamis (21/12/2023) dini hari.

Ditegaskannya, dia meminta polisi, dalam hal ini Polda Sumut, dapat segera mengungkap dan menangkap pelaku, karena rumah wartawan tersebut sudah pernah juga dibakar pada 2020. Namun sampai detik ini juga belum terungkap.

“Nah, ini merupakan tindakan tidak terpuji. Teror dalam bentuk apa pun merupakan tindakan tidak terpuji, pengecut, kriminal, dan tidak bertanggung jawab. Bagaimana pun pihak kepolisian harus bisa mengungkap siapa pelaku teror tersebut dan apa motifnya. Karena kalau tidak segera diungkap siapa pelaku dan dalangnya bisa mengancam ketenangan masyarakat dan akan merasa cemas karena merasa tidak aman,” ujar KH Nurul Yaqin dalam keterangannya yang diterima pers, Minggu (24/12/2023).

Masih kata KH Nurul Yaqin, apalagi ini menjelang Natal dan Tahun Baru dan hari di mana pesta demokrasi semakin dekat.

“Maka ini adalah tanggung jawab kepolisian untuk segera mengungkap kasus teror bom molotov di rumah wartawan di Pancurbatu dan menangkap pelakunya agar tercipta kondisi masyarakat yang aman dan tenteram. Orang yang berbuat jahat akan mendapatkan balasannya. Kalau tidak sekarang tapi nanti di akhirat,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, warga Dusun I Desa Namorih, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, mendadak gempar, usai rumah seorang wartawan media online, Leo Sembiring dilempar bom molotov oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Kamis (21/12/2023) sekitar pukul 03.50 WIB dini hari.

Menurut informasi dari korban, diduga pelaku berjumlah 3 sepeda motor yang terlebih dahulu mondar-mandir sambil membawa goni berisi BBM yang sudah dikemas ke dalam botol minuman keras.

“Kami lihat di CCTV mereka lalu lalang di depan rumah kami, diduga lebih dari 3 kali. Mereka ada yang membawa goni saya lihat dalam CCTV di mana dia bersembunyi di balik batu bata yang ada di halaman depan rumah kami dan tak berapa lama kemudian dia lewat dan dari samping kanan rumah kami dia melemparkan sebuah botol sampai botol yang sudah diisi BBM tersebut pun akhirnya sampai ke bawah mobil yang terparkir di garasi kami yang ada pembatas sebuah kursi,” ujarnya.

Lanjutnya, karena mendengar suara lemparan, pihaknya pun terbangun dan melihat dari CCTV bahwa sudah ada kobaran api di dekat mobil pick up yang diparkirkan di garasi. Melihat api sedang berkobar, saat itu juga mereka berlari dan berhasil memadamkan api tersebut.

“Botol minuman keras tersebut sudah diisi BBM dan dibuat kain sebagai sumbunya. Kami lihat BBM di botol tersebut masih penuh terisi. Beruntung saja botol tersebut tidak meledak karena jika meledak maka kami khawatir BBM di dalam mobil pun ikut tersambar,” tukas korban.

Terpisah, Direktur Ditreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Sumaryono, saat dikonfirmasi terkait dengan hal tersebut, berjanji akan mengatensikan untuk mengungkap kejadian tersebut.

“Kami atensikan ke Polres, terima kasih,” jawab Sumaryono singkat, seperti dikutip dari medanbisnisdaily.com, Minggu (24/12/2023).

(KTS/rel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *