STRATEGINEWS.Id, Kupang – Proyek “Enabling Civil Society for Inclusive Village Economic Development (ENVISION)” telah membuktikan keberhasilannya dalam memberdayakan ekonomi perempuan dan pemuda di 50 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui upaya kolaboratif antara Uni Eropa, Wahana Visi Indonesia (WVI), dan Yayasan Alfa Omega (YAO), proyek ini telah berhasil membawa dampak positif yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat desa di wilayah tersebut.
Dimulai pada bulan Maret 2020 dan dilaksanakan di tiga wilayah, yaitu Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, dan Kupang, ENVISION memiliki tujuan yang jelas: mendorong partisipasi aktif perempuan dan pemuda dalam pengelolaan BUMDes. Kontribusi yang dihasilkan dari proyek ini sangat luar biasa, dengan 50 BUMDes berhasil meningkatkan keterlibatan perempuan dan pemuda dalam aspek ekonomi desa.
Keberhasilan proyek ENVISION tercermin dalam berbagai capaian nyata. Sebanyak 42 BUMDes berhasil mencapai ambang 20% keterwakilan perempuan di tingkat manajemen, sementara 38 BUMDes meraih sertifikat badan hukum untuk mengelola bisnis dan asetnya dengan lebih terstruktur. Selain itu, 30 BUMDes mendapatkan tambahan dana minimal 5% dari dana desa, memperkuat basis keuangan mereka untuk mengembangkan inisiatif dan peluang baru. Tidak hanya itu, 67 dari 250 fasilitator desa yang terpilih juga berhasil mengukuhkan diri sebagai tokoh Gender Equality and Social Inclusion (GESI), yang berperan penting dalam mendorong partisipasi aktif perempuan dan pemuda dalam pertemuan desa.
Angelina Theodora, Direktur Nasional WVI, menyatakan pentingnya dukungan berkelanjutan untuk memastikan kesinambungan hasil proyek.
“Kami berharap pemerintah daerah dan organisasi masyarakat sipil yang telah dilatih akan terus mendukung forum OMS dan BUMDes setelah ENVISION berakhir. Kami percaya bahwa tokoh GESI yang telah dilatih akan terus memberdayakan kelompok perempuan dan pemuda untuk lebih aktif dalam pertemuan forum dan kegiatan desa lainnya,” ujar Theodora.
Adityawarman Darudono, Direktur Perencanaan Teknis Pembangunan Ekonomi dan Investasi Kementerian Desa, mengakui perubahan yang signifikan setelah pemberdayaan melalui ENVISION.
“Kami mengapresiasi upaya dari Wahana Visi Indonesia dan Yayasan Alfa Omega dalam membantu BUMDes mendapatkan status badan hukum. Kapasitas kader yang telah ditingkatkan juga tampak dari keberanian mereka dalam berbicara di forum desa,” kata Darudono.
Viktorius Manek, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi NTT, menjelaskan rekomendasi empat poin penting bagi BUMDes dalam mengembangkan usahanya. Mengoptimalkan potensi desa, pemilihan manajer yang tepat, memiliki visi dan rencana aksi yang jelas, serta menemukan mekanisme operasional yang efektif menjadi langkah penting dalam menjaga pemberdayaan ekonomi masyarakat desa berkelanjutan.
“Dalam wawasan yang lebih luas, kesetaraan gender dan inklusi sosial, termasuk bagi penyandang disabilitas, adalah fondasi yang penting dalam perkembangan komunitas. Kami sangat senang melihat bagaimana ENVISION, yang didanai oleh Uni Eropa, telah memberdayakan 50 BUMDes dalam konteks pemberdayaan ekonomi perempuan dan pemuda desa. Langkah ini merupakan terobosan yang akan terus berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat desa di NTT,” ungkap Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Vincent Piket.
Proyek ENVISION mengakhiri perjalanannya dalam acara selama dua hari pada tanggal 10-11 Agustus 2023. Acara tersebut diakhiri dengan talk show yang penuh informasi, yang mencakup hasil proyek, kisah sukses, praktik baik, serta rekomendasi kebijakan berdasarkan pengalaman implementasi di tingkat desa.
Pada akhirnya, pengalaman dan praktik baik yang diperoleh dari proyek ENVISION diharapkan dapat menginspirasi BUMDes lainnya dalam mewujudkan pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan, yang tidak meninggalkan siapa pun di belakang.
[red]












