Berita  

Ciderai Pendidikan Berbasis Pesantren, Badrul Arsyi Sesalkan Tampilan DJ di Haflatu Imtihan

Pemerhati Pendidikan Badrul Arsyi
banner 1600x820

STRATEGINEWS.id. Sumenep – Gelaran Haflatul Imtihan dengan menampilkan DJ yang digelar salah satu sekolah atau lembaga Miftahul Jannah yang berbasis pesantren di Sumenep, menuai kritikan di kalangan pemerhati pendidikan di Kabupaten Sumenep.

Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep Badrul Arsyi, pemerhati pendidikan yang juga merupakan anggota Dewan Pendidikan menyesalkan gelaran Haflatul Imtihan dengan penampilan DJ di lembaga Miftahul Jannah Desa Bakeong Kecamatan Guluk – Guluk tersebut.

Menurutnya, gelaran Haflatul Imtihan dengan penampilan DJ pada Minggu (04/06/2023) kemarin itu, sangat mencederai kultur Sumenep yang selama ini dikenal dengan kabupaten seribu pondok pesantren atau juga disebut sebagai kota santri.

“Saya sangat menyayangkan atas diselenggarakannya Haflatul Imtihan dengan penampilan DJ yang dilaksanakan oleh lembaga Miftahul Jannah, kegiatan tersebut telah mencederai Kabupaten Sumenep sebagai kabupaten seribu pondok pesantren atau juga disebut sebagai kota santri,” sesalnya, Senin (05/06/2023).

Mas Badrul (sapaan akrabnya) menyatakan, Haflatul Imtihan dengan penampilan DJ yang digelar di lembaga berbasis pesantren itu juga menciderai nilai-nilai moralitas yang begitu kuat yang ada di pulau Madura.

Sebab menurutnya, kegiatan Haflatul Imtihan dengan penampilan DJ yang dipertontonkan di lembaga berbasis pesantren dengan musik dan busana terbuka masih dianggap hal tabu dan sensitif, terutama di kalangan para ulama dan kaum pesantren.

“Jika hal seperti itu dibiarkan, maka ke depan tidak akan dianggap hal tabu oleh anak muda, akhirnya anak muda akan merasa terbiasa dengan hal buruk yang mendapatkan legitimasi dari stakeholder,” timpalnya.

Mas Badrul akan segera mendiskusikan dengan instansi baik Disdik Kab. Sumenep dan Kementerian Agama Kabupaten Sumenep karena di lembaga tersebut ada lembaga formal, bahkan sebagaian para tokoh dan Masyaikh meminta kepada Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep untuk peninjauan ijin operasional sekolah / madrasah di lembaga tersebut, dan Dewan Pendidikan sebagai representasi dari Insan pendidikan berbasis masyarakat akan mengambil langkah dengan melakukan koordinasi dan langkah2 investigatif terhadap insiden ini.

[syam]

banner 1600x820

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *