Surya Paloh: Kasus Yang Menjerat Plate Harus Ada Pembuktian Lebih Lanjut

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh

STRATEGINEWS.id, Jakarta– Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, angkat bicara terkait kasus yang menjerat Menteri Komunikasi dan Informasi yang juga Sekretaris Jenderal Nasdem Johny G Plate.

Menurut Paloh,  perlu ada pembuktian lebih lanjut dalam kasus korupsi pembangunan menara BTS 4G dan infrastruktur pendukung BAKTI Kominfo yang menjerat Menkominfo Johnny G Plate.

Menurut dia, tanpa adanya pendalaman kasus, Plate terlalu ‘mahal’ untuk ditetapkan sebagai tersangka.

“Hari ini saya simak baik-baik keterangan dari Kapuspenkum, ada pengakuan yang menyatakan dia meminta agar memberikan Rp500 juta untuk anak-anak setiap bulan dengan proyek kerugian negara yang Rp8 triliun,” ujar Paloh dalam konferensi pers di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Rabu (17/5).

“Ya, kalau tidak ada pendalaman lebih lain untuk menemukan bukti-bukti yang lebih memberatkan, ya semakin sedih lagi kita. Terlalu mahal dia (Plate) untuk diborgol dalam kapasitas dirinya, sebagai menteri, sebagai sekjen partai, terlalu mahal,” lanjut dia.

Terkait kasus yang menjerat Plate,  Paloh menegaskan NasDem menghormati segala proses hukum yang berjalan. Namun, dia juga sempat menyinggung hukum alam jika penetapan tersangka terhadap Plate tidak terlepas dari intervensi politik dan kekuasaan.

“Saya tegaskan kita hargai proses hukum,” ucapnya.

Paloh mengungkapkan, penetapan Plate sebagai tersangka menjadi pukulan bagi NasDem. Paloh pun mengaku tak dapat menutupi kesedihan mereka atas perkara ini.

Diketahui, Kejaksaan Agung telah menetapkan Johnny Plate menjadi tersangka dalam kasus korupsi pembangunan menara BTS 4G dan infrastruktur pendukung BAKTI Kominfo.

Menurut Kejaksaan Agun, penetapan Plate karena terlibat dalam kapasitasnya sebagai kuasa pengguna anggaran. Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus korupsi ini mencapai Rp8 triliun.

Terkait kasus ini, Johny Plate  disangkakan melanggar Pasal 2 dan atau Pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara uang yang diduga mengalir ke Johny Plate saat ini masih dalam pendalaman Kejaksaan Agung.

[nug/red]

banner 600x230

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *